Ayam iloni

Dari WikiPangan

Ayam Iloni adalah masakan ayam bakar khas Gorontalo yang memiliki cita rasa pedas dan gurih yang kaya. Berbeda dengan ayam bakar pada umumnya yang menggunakan kecap manis, Ayam Iloni menggunakan bumbu rempah tradisional yang dipadukan dengan santan, sehingga menciptakan tekstur daging yang empuk dan bumbu yang meresap hingga ke tulang.

Sejarah dan Makna Budaya

Ayam Iloni merupakan hidangan yang sering dijumpai dalam berbagai acara adat, perayaan keluarga, hingga menu harian masyarakat Gorontalo. Hidangan ini mencerminkan karakter masyarakat Gorontalo yang menyukai perpaduan rasa pedas dan rempah yang kuat.

Dalam tradisi kuliner setempat, pengolahan Ayam Iloni menunjukkan kemahiran dalam menyeimbangkan rasa gurih dari kelapa (santan) dengan aroma rempah dari daratan Gorontalo. Masakan ini juga menjadi simbol penghormatan kepada tamu yang datang berkunjung.

Karakteristik dan Kandungan Gizi

Ciri khas utama Ayam Iloni adalah proses memasaknya yang dua tahap: diungkep dengan santan bumbu, kemudian dibakar. Ini memberikan manfaat:

  • Protein Hewani: Sumber protein tinggi dari daging ayam untuk pembangunan massa otot.
  • Energi: Santan memberikan asupan lemak nabati yang menjadi sumber energi tambahan.
  • Rempah-rempah: Kandungan jahe, kunyit, dan lengkuas di dalamnya berfungsi sebagai anti-inflamasi dan membantu meningkatkan sistem imun tubuh.

Bahan dan Cara Pengolahan

Bahan Utama

  • 1 ekor ayam kampung (dipotong sesuai selera).
  • 500 ml santan kental dari kelapa segar.
  • Batang serai, memarkan.
  • Daun jeruk dan daun salam.

Bumbu Halus

  • Cabai merah dan cabai rawit (sesuai tingkat kepedasan).
  • Bawang merah dan bawang putih.
  • Jahe, kunyit (bakar sebentar), dan lengkuas.
  • Kemiri sangrai.
  • Garam dan sedikit gula.

Langkah-langkah

  1. Tumis Bumbu: Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan daun salam hingga harum.
  2. Proses Ungkep: Masukkan potongan ayam ke dalam tumisan bumbu, aduk rata. Tuangkan santan sedikit demi sedikit. Masak dengan api kecil (diungkep) hingga santan menyusut dan bumbu meresap serta mengental (berminyak).
  3. Proses Pembakaran: Siapkan panggangan (bara api atau grill pan). Bakar ayam yang sudah diungkep tadi.
  4. Olesan: Selama dibakar, oleskan sisa bumbu ungkepan santan ke permukaan ayam agar bumbu semakin tebal dan berkaramel.
  5. Penyajian: Bakar hingga aroma bakaran keluar dan warna berubah kecokelatan. Sajikan bersama nasi hangat dan Bilenthango sebagai pelengkap.

Referensi

  • Resep Tradisional Masyarakat Gorontalo.
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo - Ragam Kuliner Nusantara.
  • Database Pangan Lokal Indonesia.