Ikan woku

Dari WikiPangan

Ikan Woku adalah salah satu teknik memasak sekaligus hidangan legendaris khas masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Istilah "Woku" berasal dari nama daun Woka, yaitu sejenis daun janur yang dahulu digunakan sebagai pembungkus sebelum makanan dimasak. Masakan ini dikenal dengan penggunaan bumbu rempah yang sangat melimpah, menciptakan cita rasa pedas, segar, dan aroma aromatik yang sangat kuat.

Filosofi dan Karakteristik

Dalam kebudayaan kuliner Manado, Woku mencerminkan kekayaan hasil bumi Sulawesi Utara yang subur akan rempah-rempah. Terdapat dua variasi utama dalam pengolahan Woku:

  • Woku Belanga: Ikan dimasak di dalam belanga (panci/wajan) hingga kuahnya sedikit menyusut.
  • Woku Daun: Ikan dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus atau dipanggang hingga bumbu meresap sempurna.

Keunikan Woku dibandingkan masakan kuning lainnya di Indonesia adalah tidak digunakannya santan serta dominasi penggunaan daun-daunan aromatik seperti daun kemangi, daun pandan, dan daun kunyit yang memberikan kesegaran alami.

Kandungan Gizi

Ikan Woku merupakan hidangan yang sangat sehat karena kaya akan bahan-bahan alami:

  • Protein Laut: Sumber utama protein dari ikan segar untuk kecerdasan dan energi.
  • Fitonutrien: Berasal dari beragam dedaunan aromatik yang mengandung zat anti-mikroba dan anti-inflamasi.
  • Vitamin C dan Antioksidan: Penggunaan cabai rawit, tomat, dan jeruk nipis memberikan asupan vitamin yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

Bahan dan Cara Pengolahan

Bahan Utama

  • 500 gram ikan segar (biasanya ikan kerapu, nila, tongkol, atau kakap).
  • Jeruk nipis (untuk melumuri ikan).

Bumbu Rempah dan Dedaunan

  • Bumbu Halus: Bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, dan cabai rawit merah.
  • Dedaunan (Kunci Aroma): Daun kemangi, daun kunyit (iris halus), daun pandan (ikat simpul), daun jeruk, dan serai (memarkan).
  • Pelengkap: Irisan tomat dan daun bawang.

Langkah-langkah Pembuatan (Woku Belanga)

  1. Persiapan Ikan: Bersihkan ikan dan lumuri dengan perasan jeruk nipis serta garam untuk menghilangkan bau amis. Diamkan selama 15 menit.
  2. Menumis Bumbu: Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, daun kunyit, dan daun pandan hingga tercium aroma harum yang tajam.
  3. Memasak Ikan: Masukkan ikan ke dalam tumisan bumbu, aduk perlahan agar ikan terbalut bumbu. Tambahkan sedikit air.
  4. Proses Pengentalan: Masukkan irisan tomat dan daun bawang. Masak dengan api sedang hingga kuah mendidih dan sedikit menyusut (meresap).
  5. Sentuhan Akhir: Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun kemangi dalam jumlah banyak. Aduk sebentar hingga layu lalu segera matikan api untuk menjaga aroma segar kemangi.
  6. Penyajian: Sajikan Ikan Woku hangat bersama nasi putih dan Sambal Roa sebagai pendamping.

Referensi

  • Ragam Budaya Kuliner Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara.
  • Dokumentasi Pangan Lokal Nusantara, Kementerian Pertanian.
  • Studi Etnobotani: Pemanfaatan Daun Aromatik dalam Masakan Woku.