Onyop

Dari WikiPangan

Onyop adalah hidangan pokok tradisional berbahan dasar sagu (Metroxylon sagu) yang menjadi identitas kuliner masyarakat Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Sekilas, tampilannya menyerupai Papeda dari Maluku, Sinonggi dari Kendari, atau Kapurung dari Palopo. Namun, Onyop memiliki karakter penyajian yang berbeda, yakni disandingkan dengan kuah ikan asam yang sangat segar dan irisan jeruk nipis yang dominan.

Di Luwuk Banggai, Onyop bukan sekadar makanan selingan, melainkan makanan pokok pengganti nasi. Hidangan ini sangat populer sebagai menu makan siang karena sifatnya yang menyegarkan dan memicu keringat, cocok dengan iklim pesisir Banggai yang panas.

Filosofi dan Cara Makan

Bagi masyarakat Luwuk, menikmati Onyop adalah seni "melucur". Tekstur sagu yang licin dan lengket seperti lem menuntut teknik makan yang spesifik: tidak boleh dikunyah. Onyop harus disendok (atau digulung dengan sumpit/garpu), dicelupkan ke kuah asam pedas, lalu langsung ditelan (slurp).

Sensasi "kaget" saat bola sagu panas meluncur di tenggorokan, disusul dengan kuah ikan yang asam-pedas, dianggap sebagai kenikmatan tertinggi. Makanan ini juga menyimbolkan ketergantungan masyarakat Banggai terhadap dua sumber daya alam utama mereka: pohon sagu di daratan dan ikan di lautan.

Karakteristik Rasa

  • Tekstur Sagu: Bening transparan, sangat lengket (viskositas tinggi), dan kenyal. Sagu yang baik harus matang sempurna (tidak ada bintik putih) agar tidak menyebabkan sakit perut.
  • Rasa Kuah (The Soul): Berbeda dengan Kapurung yang sering dicampur sayuran dan kacang, kuah Onyop murni menonjolkan rasa Asam Segar (dari jeruk nipis/lemon cui atau belimbing wuluh) dan gurih kaldu ikan. Rasa asam ini berfungsi menetralkan rasa tawar pada sagu.
  • Aroma: Wangi sagu yang earthy berpadu dengan aroma amis segar ikan laut dan daun kemangi.

Bahan dan Proses Pembuatan

Pembuatan Onyop terdiri dari dua tahap terpisah: mengolah sagu (menjadi ongol-ongol) dan memasak kuah ikan (biasanya Ikan Kuah Asam).

1. Membuat Kuah Ikan Asam

  • Bahan: 1 ekor Ikan segar (Bubara, Kakap Merah, atau Baronang), Jeruk Nipis/Lemon Cui (jumlah banyak), Cabai Rawit, Bawang Merah, Kunyit (bakar/haluskan), Serai, dan Daun Kemangi.
  • Cara Membuat:
    1. Rebus air hingga mendidih. Masukkan bumbu iris (bawang, serai, kunyit).
    2. Masukkan potongan ikan. Masak hingga ikan berubah warna.
    3. Tambahkan air perasan jeruk nipis/lemon cui dalam jumlah yang cukup banyak (kuah harus terasa asam kuat).
    4. Masukkan cabai rawit utuh dan garam. Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun kemangi. Kuah harus cair dan bening (tidak bersantan).

2. Membuat Onyop (Adonan Sagu)

  • Bahan: Tepung Sagu tani (kualitas baik, bersih dari ampas), Air matang dingin, dan Air mendidih.
  • Teknik Penyiraman (Scalding):
    1. Dalam wadah tahan panas, larutkan tepung sagu dengan sedikit air dingin. Aduk rata hingga menjadi cairan susu encer. Langkah ini wajib agar sagu tidak menggumpal saat disiram air panas.
    2. Siapkan air yang benar-benar mendidih (bergejolak). Tuangkan air mendidih tersebut ke dalam larutan sagu secara perlahan sambil diaduk cepat dan konstan.
    3. Terus aduk hingga warna sagu berubah dari putih

Penyajian

Siapkan mangkuk. Ambil segumpal Onyop menggunakan sumpit/garpu dengan gerakan memutar (menggulung). Letakkan di mangkuk. Siram dengan kuah ikan asam panas beserta potongan ikannya. Tambahkan sambal terpisah jika kurang pedas.

Referensi