Bingka

Dari WikiPangan

Bingka adalah jenis kue basah tradisional yang terbuat dari campuran tepung terigu, telur, santan, dan gula yang dipanggang. Meskipun memiliki nama yang sama dengan Bingka Banjar dari Kalimantan Selatan, Bingka khas Bugis-Makassar memiliki profil tekstur dan komposisi bahan yang sedikit berbeda.

Di Sulawesi Selatan, kue ini menempati posisi istimewa sebagai kue "kaum ningrat" pada masanya karena penggunaan bahan-bahan yang dianggap mewah (telur itik dan gula pasir). Kini, Bingka menjadi salah satu isi wajib dalam Bosara baki hantaran pada upacara pernikahan adat atau disajikan sebagai takjil premium saat bulan Ramadan.

Filosofi: Simbol Kemuliaan Warna Kuning

Dalam kosmologi masyarakat Bugis, warna kuning (idi) adalah warna sakral yang melambangkan kemuliaan, keceriaan, dan status sosial yang tinggi. Oleh karena itu, Bingka khas Sulawesi Selatan umumnya dibuat menggunakan Telur Itik (bebek) dalam jumlah banyak untuk menghasilkan warna kuning alami yang pekat dan berkilau.

Teksturnya yang padat namun lembut saat digigit menyimbolkan harapan akan kehidupan yang "berisi" (sejahtera) dan harmonis. Kehadirannya di meja tamu bukan sekadar pengganjal perut, melainkan penghormatan tuan rumah kepada tamunya melalui sajian yang kaya rasa (rich).

Karakteristik Rasa

Bingka Bugis-Makassar menawarkan sensasi rasa yang sangat "tebal":

  • Visual: Permukaan atas berwarna cokelat keemasan (golden brown) akibat karamelisasi saat pemanggangan, dengan bagian dalam berwarna kuning cerah.
  • Tekstur: Berbeda dengan bolu yang berongga (spongy), Bingka memiliki tekstur yang padat, masif, namun lumer di mulut (custardy). Ia basah dan berminyak karena kandungan santan kental.
  • Rasa: Dominasi rasa manis legit yang beradu dengan gurihnya santan dan kekayaan rasa kuning telur itik. Tidak ada rasa amis jika pengolahannya benar (biasanya dinetralkan dengan vanili atau daun pandan).

Bahan dan Proses Pembuatan

Rahasia kelezatan Bingka Sulawesi terletak pada kualitas santan (harus santan dari kelapa tua) dan penggunaan telur itik segar.

Bahan Utama

  • 5 butir Telur Itik (bisa diganti telur ayam, tapi warna dan kekenyalan akan berbeda).
  • 250 gram Gula Pasir.
  • 300 ml Santan kental (Pati Santan).
  • 200 gram Tepung Terigu protein sedang.
  • 1/2 sdt Garam.
  • 1/2 sdt Vanili bubuk (untuk pengharum).
  • Daun Pandan (untuk merebus santan).

Langkah Pengolahan

  1. Persiapan Santan: Rebus santan kental bersama daun pandan dan garam di atas api kecil. Aduk terus agar santan tidak pecah. Masak hingga mendidih dan sedikit berminyak. Angkat dan biarkan hingga benar-benar dingin. Catatan: Penggunaan santan matang membuat kue lebih awet dan gurih.
  2. Pencampuran (Mixing): Dalam wadah, kocok telur dan gula pasir. Tidak perlu menggunakan mikser kecepatan tinggi hingga mengembang kaku (stiff peak), cukup diaduk (whisk) hingga gula larut sepenuhnya dan telur agak berbuih. Jika terlalu mengembang, Bingka akan berongga seperti bolu, padahal tekstur yang dicari adalah padat.
  3. Penyatuan Bahan: Masukkan tepung terigu dan vanili sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Tuangkan santan yang sudah dingin secara perlahan. Aduk hingga adonan licin dan tidak ada gumpalan (bisa disaring jika perlu).
  4. Pemanggangan:
    • Panaskan cetakan Bingka (biasanya berbentuk bunga atau loyang bulat biasa) yang telah diolesi minyak/margarin di dalam oven panas (suhu 180°C).
    • Tuang adonan ke dalam cetakan panas (akan terdengar bunyi mendesis pelan, ini membantu membentuk kulit luar yang bagus).
    • Panggang selama 45-60 menit hingga permukaan atasnya berwarna kecokelatan dan kue matang sempurna (lakukan tes tusuk).
  5. Penyajian: Keluarkan dari oven. Biarkan dingin dalam loyang sebelum dipotong. Bingka akan memadat (set) saat suhu turun. Potong-potong dan sajikan.

Referensi