Uik Tunu: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
k (menambahkan informasi Taktonomi dan Morfologi tentang pisang) |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Berkas:Uik Tunu.jpg|jmpl|267x267px|Uik Tunu<ref>https://web.facebook.com/roni.nubatonis/posts/menikmati-uik-tunu-alias-pisang-bakar/8686906771411120/?_rdc=1&_rdr#</ref>]] | [[Berkas:Uik Tunu.jpg|jmpl|267x267px|Uik Tunu<ref>https://web.facebook.com/roni.nubatonis/posts/menikmati-uik-tunu-alias-pisang-bakar/8686906771411120/?_rdc=1&_rdr#</ref>]] | ||
== Takstonomi == | |||
Perlu dilengkapi | |||
== Morfologi == | |||
Perlu dilengkapi | |||
Uik Tunu (pisang bakar) merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] dari Kabupaten Tumor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Uik Tunu masih banyak kita jumpai hingga saat ini, dalam kehidupan masyarakat dawan di tiga wilayah di Kabupaten TTS, yakni; Amanatun, Amanuban dan Mollo. | Uik Tunu (pisang bakar) merupakan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] dari Kabupaten Tumor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Uik Tunu masih banyak kita jumpai hingga saat ini, dalam kehidupan masyarakat dawan di tiga wilayah di Kabupaten TTS, yakni; Amanatun, Amanuban dan Mollo. | ||
Revisi terkini sejak 10 Mei 2026 15.09

Takstonomi
Perlu dilengkapi
Morfologi
Perlu dilengkapi
Uik Tunu (pisang bakar) merupakan pangan lokal dari Kabupaten Tumor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Uik Tunu masih banyak kita jumpai hingga saat ini, dalam kehidupan masyarakat dawan di tiga wilayah di Kabupaten TTS, yakni; Amanatun, Amanuban dan Mollo.
Budaya
Uik Tunu biasanya di konsumsi oleh masyarakat dawan pada saat bersantai atau pada pagi hari sebagai makanan sarapan pagi dengan ditemani kopi atau teh. Uik Tunu dikonsumsi baik dari anak kecil sampai orang tua. Selain dikonsumsi secara individu, Uik Tunu juga biasanya dikonsumsi secara kelompok, dalam suasana kerja gotong royong seperti saat kerjabakti, dll.
Proses Pengolahan
Uik Tunu diolah dengan cara yang sederhana. Pisang bisa dikupas atau tidak dikupas, langsung di bakar dengan cara diletakan dia atas bara api (Ai Fla). Kalau sudah matang langsung diangkat, dan siap disajikan[2].
