Lahara puso unti

Lahara Puso Unti adalah makanan tradisional khas masyarakat Suku Konjo dan Suku Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan, yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak berabad-abad silam. Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang erat kaitannya dengan kearifan lokal dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
SEJARAH
Sejak zaman dahulu, Lahara Puso Unti kerap disiapkan sebagai bekal perjalanan, sajian utama dalam pelaksanaan upacara adat, maupun hidangan istimewa saat berkumpul bersama keluarga besar. Nama hidangan ini diambil dari istilah bahasa daerah yang memiliki makna mendalam: Lahara berarti makanan yang dibungkus lalu dikukus atau direbus, Puso merujuk pada bagian tengah atau inti dari bahan, sedangkan Unti adalah sebutan untuk olahan kelapa parut yang dicampur dengan gula merah. Pada awalnya, seluruh bahan pembuatannya diambil langsung dari hasil pertanian dan kebun warga, mencerminkan cara masyarakat masa lalu memanfaatkan kekayaan alam sekitar secara sederhana namun bernutrisi tinggi
Lahara Puso Unti dikenal karena cita rasanya yang unik: perpaduan manis legit dari gula merah, gurih alami kelapa, serta aroma harum beras ketan yang dibungkus daun janur. Teksturnya kenyal dan lembut, dengan rasa yang meresap hingga ke dalam. Hidangan ini juga terkenal karena cara penyajiannya yang khas, dibungkus rapi dengan janur yang memberi kesan tradisional dan alami. Selain itu, makanan ini kerap menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam berbagai kegiatan adat dan acara keluarga.
CARA PENGOLAHAN
Bahan utamanya adalah beras ketan putih, kelapa parut, gula merah, garam, dan daun janur. Pertama, beras ketan direndam selama beberapa jam agar lunak, kemudian ditiriskan. Kelapa parut dicampur dengan gula merah yang telah disisir halus dan sedikit garam, lalu diaduk rata. Campuran ini kemudian disusun bersama beras ketan dalam lembaran daun janur, dibentuk memanjang dan diikat rapi. Bungkusan tersebut kemudian direbus dalam air mendidih selama 2–3 jam hingga matang dan bumbu meresap sempurna. Setelah matang, bungkusan dibuka dan siap disajikan.
Kandungan Nutrisi
Kaya akan karbohidrat dari beras ketan sebagai sumber energi utama, serta lemak nabati, protein, serat, dan mineral seperti kalium, fosfor, dan zat besi dari kelapa parut. Gula merah menyediakan energi tambahan serta mengandung zat besi dan kalsium yang baik untuk tubuh. Kandungan seratnya juga membantu melancarkan pencernaan.
Sumbet Referensi
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Kumpulan Kuliner Tradisional Sulawesi Selatan. https://www.sulselprov.go.id/kuliner-khas-sulawesi-selatan
• Webonary Bahasa Konjo. https://www.webonary.org/konjo/hvo76282/m
