Kue Jawada

Dari WikiPangan

Kue Jawada, atau dikenal sebagai kue rambut, merupakan kudapan tradisional masyarakat Pulau Flores dan Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur yang mudah dikenali dari bentuknya yang menyerupai helaian rambut keriting. Kue ini umumnya dikonsumsi sebagai pendamping minum kopi atau teh, menandai praktik santai dalam keseharian masyarakat lokal. Dibuat dari campuran tepung tapioka, tepung beras, dan pemanis berbasis gula lontar, adonan cairnya diteteskan melalui cetakan sederhana berlubang ke dalam minyak panas hingga membentuk helaian tipis yang kemudian dilipat menyerupai kerucut. Proses pembuatan yang masih mengandalkan alat tradisional ini memperlihatkan keterampilan kuliner turun-temurun serta keterikatan masyarakat setempat pada bahan dan teknik lokal.

Bahan

Tepung beras digunakan sesuai kebutuhan, dipadukan dengan gula palem dan nira dalam takaran secukupnya, lalu ditambahkan air dan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Minyak disiapkan seperlunya sebagai media penggorengan.

Cara Membuat

Semua bahan diaduk hingga tercampur rata dengan konsistensi adonan yang seimbang, tidak terlalu cair maupun terlalu kental. Adonan kemudian diambil menggunakan wadah kecil dan dituangkan melalui cetakan sederhana—dapat berupa batok kelapa atau kaleng yang telah diberi lubang-lubang kecil. Selanjutnya, adonan dialirkan ke dalam minyak panas sampai membentuk pola melingkar, lalu dilipat menjadi empat bagian. Proses penggorengan dilakukan dengan metode minyak banyak agar hasilnya tetap renyah, kemudian kue disajikan atau disimpan dalam wadah kering yang tertutup rapat.

Rujukan

  1. https://dapur-teh-enur.blogspot.com/2016/04/cara-membuat-kue-jawada-khas-ntt.html?m=1