Kasuami

Dari WikiPangan

Kasuami adalah panganan pokok tradisional yang sangat ikonik dari wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk di Kabupaten Kolaka. Makanan ini berbahan dasar singkong atau ubi kayu yang diolah melalui proses pemerasan saripati dan pengukusan. Bagi masyarakat setempat, Kasuami merupakan pengganti nasi yang memiliki nilai sejarah tinggi, terutama sebagai bekal utama bagi para nelayan dan pelaut karena daya tahannya yang luar biasa.

Nilai Sejarah dan Fungsi Sosial

Kasuami berakar dari budaya masyarakat maritim di Sulawesi Tenggara. Nama "Kasuami" sendiri merujuk pada proses pengolahannya. Keberadaan hidangan ini menunjukkan kearifan lokal dalam mengolah ubi kayu menjadi sumber karbohidrat yang praktis.

Dalam tradisi masyarakat Kolaka, Kasuami sering kali disajikan dalam bentuk kerucut atau tumpeng kecil yang dicetak menggunakan anyaman daun kelapa atau bambu (sarano). Selain sebagai makanan harian, Kasuami juga menjadi hidangan wajib dalam berbagai upacara adat, penyambutan tamu, serta menjadi simbol kebersamaan saat disantap bersama ikan bakar dan sayur segar.

Kandungan Gizi

Sebagai sumber pangan lokal, Kasuami memiliki kandungan gizi yang unik:

  • Karbohidrat Kompleks: Memberikan energi yang stabil dan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan nasi putih.
  • Bebas Gluten: Sangat aman dikonsumsi bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap gandum atau gluten.
  • Serat Kasar: Proses pengolahan yang minimal mempertahankan kandungan serat yang baik untuk kesehatan sistem pencernaan.

Bahan dan Teknik Pengolahan

Bahan Utama

  • Ubi kayu atau singkong (biasanya dipilih jenis yang sudah agak tua).
  • Air bersih untuk mencuci.

Peralatan Khusus

  • Parutan kayu.
  • Kain saring (untuk memeras air singkong).
  • Cetakan berbentuk kerucut yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau bambu.
  • Danduk atau alat pengukus tradisional.

Langkah-langkah Pembuatan

  1. Persiapan Singkong: Kupas singkong, cuci hingga bersih, lalu parut hingga halus.
  2. Proses Pengurangan Air (Kaopi): Parutan singkong dimasukkan ke dalam kain saring dan diperas hingga airnya keluar sepenuhnya. Hasil perasan ini kemudian didiamkan atau ditekan dengan pemberat agar menjadi ampas singkong yang kering (biasanya disebut kaopi).
  3. Penghancuran: Ampas singkong yang sudah kering tersebut kemudian dihancurkan kembali dan diayak agar teksturnya menjadi butiran halus.
  4. Pencetakan: Masukkan butiran singkong tersebut ke dalam cetakan kerucut. Jangan ditekan terlalu kuat agar uap panas bisa masuk ke sela-sela butiran saat dikukus.
  5. Pengukusan: Kukus selama kurang lebih 30-45 menit hingga matang. Kasuami yang matang akan memiliki tekstur yang kenyal dan aroma singkong yang harum.
  6. Penyajian: Kasuami biasanya dinikmati bersama ikan Parende (sup ikan kuning) atau ikan bakar dengan sambal terasi.

Referensi

  • Ragam Pangan Pokok Tradisional Sulawesi Tenggara.
  • Studi Pemanfaatan Ubi Kayu dalam Budaya Kuliner Masyarakat Kolaka.
  • Dokumentasi Warisan Budaya Takbenda - Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.