Juku mairo

Dari WikiPangan
Juku mairo

Deskripsi

Sejak zaman dulu, masyarakat pesisir di Sulawesi, khususnya etnis Bugis–Makassar, telah mengembangkan berbagai olahan ikan laut sebagai sumber pangan pokok. Salah satu bentuk pangan olahan yang berasal dari juku mairo (ikan teri laut) adalah tumpi‑tumpi ikan mairo, semacam gorengan atau pastel kecil yang diolah dari ikan teri yang dicampur kelapa parut dan bumbu rempah. Olahan ini tumbuh dari latar belakang ekonomi rakyat pesisir yang memanfaatkan bahan lokal yang melimpah, murah, dan mudah disimpan, sekaligus menjadi bagian dari tradisi kuliner saat bulan Ramadhan dan berbagai acara adat seperti maulid, khitanan, dan pernikahan. Sejarah keberadaannya mungkin tidak tertulis secara resmi, tetapi kuat terbenam dalam tradisi lisan dan praktik memasak turun‑temurun di rumah‑rumah warga pesisir.

Sejarah

Tumpi‑tumpi ikan mairo dikenal karena rasanya yang gurih, lembut, dan khas, dengan aroma khas rempah dan kelapa yang meresap hingga ke dalam adonan. Makanan ini juga populer sebagai menu sahur yang praktis tapi cukup mengenyangkan, sehingga bagi banyak keluarga Bugis–Makassar, sahur terasa “kurang lengkap” tanpa kehadiran tumpi‑tumpi ikan mairo di atas meja. Bentuknya yang kecil, segitiga atau bulat, dan biasanya dibungkus dengan daun pisang membuatnya mudah dipegang dan dibawa, sehingga selain sebagai hidangan keluarga, tumpi‑tumpi sering juga menjadi camilan atau oleh‑oleh khas dari daerah pesisir.

Cara mengolah

Cara mengolah tumpi‑tumpi ikan mairo dimulai dari pemilihan bahan juku mairo yang segar, lalu dicuci bersih dan direbus bersama air, sedikit air asam, kunyit, garam, dan sedikit gula hingga air menyusut dan mengering. Setelah itu, ikan teri dihaluskan dengan cara diulek bersama bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, merica, dan garam. Selanjutnya, kelapa parut dicampurkan ke dalam adonan ikan teri, lalu seluruh campuran diuleni rata hingga konsistensinya kental dan mudah dibentuk. Telur ditambahkan sebagai pengikat agar adonan lebih padat dan tidak mudah hancur saat digoreng. Adonan kemudian dibentuk segitiga atau bulat dengan bantuan daun pisang, dipadatkan, lalu digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan dan teksturnya renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Kandungan nutrisi

Kandungan nutrisi, juku mairo sebagai ikan teri laut merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi, sekaligus mengandung mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, yang baik untuk pertumbuhan tulang, pembentukan sel darah, dan menjaga daya tahan tubuh. Ketika dikombinasikan dengan kelapa parut, makanan ini juga mendapatkan tambahan lemak nabati sehat, serat, serta energi yang cukup tinggi dari minyak goreng, sehingga membuat tumpi‑tumpi ikan mairo menjadi camilan yang cukup mengenyangkan, meskipun konsumsinya perlu diimbangi dengan sayuran dan minum air putih agar tidak berlebihan kalori maupun lemak. Namun, karena dimasak dengan cara menggoreng, kadar lemak dan kalori dapat meningkat apabila digoreng terlalu lama atau dalam minyak yang sudah terlalu sering dipakai.

Referensi

Referensi utama

(sejarah, bentuk, dan cara pembuatan):

[Hidangan Tradisi Sahur Orang Bugis Makassar: Tumpi‑tumpi Ikan Mairo – ETTAPEDIA](https://ettapedia.org/kolom/kuliner-khas/hidangan-tradisi-sahur-orang-bugis-makassar-tumpi-tumpi-ikan-mairo/13/04/2022/) [ettapedia](https://ettapedia.org/kolom/kuliner-khas/hidangan-tradisi-sahur-orang-bugis-makassar-tumpi-tumpi-ikan-mairo/13/04/2022/)