Tumis kerang kapah

Dari WikiPangan
Revisi sejak 13 Februari 2026 01.28 oleh Alfito.deanova (bicara | kontrib) (Penambahan artikel)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Tumis Kerang Kapah adalah hidangan lokal khas Tarakan berbahan dasar kerang lokal jenis Meretrix meretrix yang berukuran cukup besar dengan cangkang keras berwarna coklat keabu-abuan.

Deskripsi

Gagal membuat miniatur: sh: 1: /usr/bin/convert: not found Error code: 127

Kerang Kapah merupakan biota laut yang banyak ditemukan di pesisir pantai Tarakan, terutama di area lumpur berpasir yang dipengaruhi pasang surut air laut. Sebagai kota pesisir, masyarakat Tarakan memanfaatkan kekayaan laut ini sebagai sumber pangan sehari-hari. Tumis Kapah menjadi hidangan ikonik karena bahan ini melimpah di daerah tersebut dan menjadi simbol kuliner khas Kalimantan Utara. [1]

Hidangan ini memiliki cita rasa gurih alami dari kerang yang dipadu dengan bumbu tumis yang kaya rempah, sering kali sedikit pedas. Daging kerangnya tebal dan kenyal, menjadikan kuliner ini sangat digemari baik oleh warga lokal maupun wisatawan. [2]

Bahan

  • Kerang Kapah segar (dipastikan sudah dibersihkan dari pasir).
  • Bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit (sesuai tingkat kepedasan).
  • Jahe, lengkuas (geprek), dan daun salam.
  • Saus tiram, kecap manis (opsional), garam, dan gula pasir.
  • Sedikit air untuk kuah kaldu.

Cara Pembuatan

  • Persiapan: Cuci bersih kerang kapah dengan air mengalir untuk membuang pasir di dalam cangkang. Rebus sebentar hingga cangkang sedikit terbuka, lalu tiriskan.
  • Menumis Bumbu: Panaskan minyak, tumis bumbu halus (bawang dan cabai) bersama jahe, lengkuas, dan daun salam hingga harum dan matang.
  • Memasak Kerang: Masukkan kerang kapah ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata agar bumbu meresap ke dalam cangkang.
  • Penambahan Cairan & Penyedap: Tambahkan sedikit air, saus tiram, garam, dan gula. Aduk rata dan masak dengan api sedang hingga kuah sedikit menyusut dan bumbu meresap sempurna.
  • Penyajian: Angkat dan sajikan selagi panas. [3]

Referensi

  1. Dinas Pariwisata Kota Tarakan. (2021). Profil Kuliner Khas Kota Tarakan: Kerang Kapah sebagai Ikon Wisata. Tarakan: Pemerintah Kota Tarakan.
  2. Rahmawati, A. (2018). Studi Gastronomi: Makanan Tradisional Masyarakat Pesisir Kalimantan. Jurnal Budaya Nusantara, 5(1), 112-125.
  3. Tim Kuliner Nusantara. (2022). Ragam Rasa Kalimantan: Resep Tumis Kerang Khas Pesisir. Jakarta: Pustaka Boga.