Se'ro-se'ro

Dari WikiPangan
Revisi sejak 7 Februari 2026 18.58 oleh Abdul.rizal (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Sero'-sero\'''' (atau '''Kue Sero''') adalah kue kering tradisional khas masyarakat Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula yang dicetak menggunakan cetakan besi panas berbentuk bunga atau roda, lalu digoreng dalam minyak banyak (''deep fry''). Meski secara visual sangat mirip dengan Kembang Goyang di Jawa, Sero'-sero' memiliki kedudukan yang lebih sakral dalam budaya lokal. Ia bukan s...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sero'-sero\' (atau Kue Sero) adalah kue kering tradisional khas masyarakat Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula yang dicetak menggunakan cetakan besi panas berbentuk bunga atau roda, lalu digoreng dalam minyak banyak (deep fry).

Meski secara visual sangat mirip dengan Kembang Goyang di Jawa, Sero'-sero' memiliki kedudukan yang lebih sakral dalam budaya lokal. Ia bukan sekadar camilan toples saat Lebaran, melainkan salah satu elemen wajib dalam hantaran pernikahan (Erang-erang atau Bosara) yang membawa pesan simbolis tentang rezeki dan tanggung jawab rumah tangga.

Filosofi: Simbol Perangkap Rezeki

Nama "Sero'-sero'" diambil dari kata Sero yang berarti alat perangkap ikan tradisional (biasanya terbuat dari bilah bambu yang ditancapkan di laut). Bentuk kue yang berongga-rongga dan saling jalin-menjalin dimaknai sebagai metafora dari jaring perangkap tersebut.

Dalam konteks pernikahan, kehadiran kue ini adalah doa agar pasangan pengantin memiliki kemampuan untuk "memerangkap" rezeki yang halal dan melimpah, sebagaimana nelayan menangkap ikan dengan sero. Selain itu, teksturnya yang rapuh namun menyatu menyimbolkan saling ketergantungan dan kerja sama suami-istri; jika satu bagian patah, struktur lainnya akan terpengaruh, sehingga harus dijaga dengan kehati-hatian (kelembutan).

Karakteristik Sensoris

  • Tekstur: Sangat renyah (crispy) dan ringan. Sero'-sero' yang baik tidak keras saat digigit, melainkan renyah berderai.
  • Rasa: Manis yang moderat dengan dominasi rasa gurih dari santan kental dan aroma wangi dari tepung beras yang digoreng.
  • Visual: Umumnya berwarna kuning keemasan. Bentuknya simetris seperti bunga atau roda dengan lubang-lubang artistik.

Bahan dan Proses Pembuatan

Rahasia kerenyahan Sero'-sero' terletak pada penggunaan Tepung Beras (bukan terigu) dan konsistensi santan.

Bahan Utama

  • 500 gram Tepung Beras kualitas baik (sebaiknya disangrai sebentar agar kue lebih renyah).
  • 200 gram Gula Pasir (sesuai selera).
  • 3 butir Telur Ayam (kocok lepas).
  • 400 ml Santan kental (dari 1 butir kelapa tua).
  • 1/2 sdt Garam.
  • Minyak Goreng dalam jumlah banyak.
  • Wijen (opsional, untuk taburan).

Langkah Pengolahan

  1. Pembuatan Adonan: Kocok telur dan gula hingga gula larut (tidak perlu sampai mengembang kaku). Masukkan santan dan garam, aduk rata. Masukkan tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak bergerindil. Konsistensi adonan harus encer namun tetap bisa menempel (seperti adonan dadar gulung). Tambahkan wijen jika suka.
  2. Pemanasan Cetakan (Teknik Kunci): Panaskan minyak dalam wajan cekung. Rendam cetakan besi Sero'-sero' ke dalam minyak panas. Cetakan harus sangat panas sebelum dicelup ke adonan. Jika cetakan kurang panas, adonan tidak akan menempel. Jika terlalu panas, adonan akan matang duluan di mangkuk.
  3. Pencetakan: Angkat cetakan panas, celupkan ke dalam adonan (jangan sampai tenggelam penuh sampai atas cetakan, cukup 3/4 tinggi cetakan agar kue bisa lepas).
  4. Penggorengan: Segera masukkan cetakan berisi adonan ke dalam minyak panas. Diamkan beberapa detik hingga adonan agak kokoh, lalu goyang-goyangkan (shake) cetakan hingga kue terlepas sendiri.
  5. Pematangan: Goreng dengan api sedang hingga berwarna kuning keemasan. Balik sesekali agar matang merata. Angkat dan tiriskan dengan posisi berdiri agar minyak turun tuntas.
  6. Penyimpanan: Tunggu hingga benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke toples kedap udara agar tetap renyah.

Referensi