Uta Dada

Dari WikiPangan
Revisi sejak 4 Februari 2026 20.26 oleh Fadilla.syam (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '__TOC__ == == '''Uta Dada''' adalah kuliner tradisional berkuah santan yang berasal dari masyarakat Kaili, Palu, Sulawesi Tengah. Secara harfiah, dalam bahasa Kaili, ''Uta'' berarti sayur atau masakan, dan ''Dada'' berarti santan. Hidangan ini umumnya menggunakan bahan utama ikan (biasanya ikan cakalang atau ikan tuna) atau ayam yang diolah dengan teknik pengasapan terlebih dahulu sebelum dimasak ke dalam kuah santan pedas yang gurih. == Karakteristik d...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Uta Dada adalah kuliner tradisional berkuah santan yang berasal dari masyarakat Kaili, Palu, Sulawesi Tengah. Secara harfiah, dalam bahasa Kaili, Uta berarti sayur atau masakan, dan Dada berarti santan. Hidangan ini umumnya menggunakan bahan utama ikan (biasanya ikan cakalang atau ikan tuna) atau ayam yang diolah dengan teknik pengasapan terlebih dahulu sebelum dimasak ke dalam kuah santan pedas yang gurih.

Karakteristik dan Kearifan Lokal

Keunikan utama dari Uta Dada terletak pada aroma asapnya yang tajam. Masyarakat suku Kaili memiliki tradisi mengasapi hasil tangkapan laut atau ternak sebagai cara tradisional untuk mengawetkan bahan pangan sekaligus meningkatkan cita rasa.

Uta Dada memiliki tampilan visual berwarna kuning cerah yang berasal dari kunyit. Berbeda dengan masakan bersantan lainnya di Indonesia yang mungkin memiliki rasa manis, Uta Dada cenderung memiliki profil rasa yang tajam, pedas, dan segar. Hidangan ini sering disajikan dalam upacara adat, namun juga menjadi menu favorit harian yang disantap bersama nasi atau jagung giling.

Kandungan Gizi

Sebagai hidangan berbahan dasar protein dan santan, Uta Dada memberikan manfaat nutrisi bagi tubuh:

  • Protein Berkualitas: Penggunaan ikan asap atau ayam menyediakan asam amino esensial untuk pertumbuhan.
  • Lemak Sehat: Santan segar mengandung asam laurat yang baik untuk metabolisme, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
  • Kurkumin: Kandungan kunyit dalam bumbu berfungsi sebagai anti-inflamasi alami dan membantu fungsi pencernaan.

Bahan dan Cara Pengolahan

Bahan Utama

  • Ikan cakalang asap (manggia) atau ayam kampung yang sudah dibakar/diasapi.
  • Santan kental dan santan encer dari kelapa segar.
  • Air secukupnya.

Bumbu Rempah

  • Cabai rawit (sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan).
  • Bawang merah dan bawang putih.
  • Kunyit (bakar sebentar) dan jahe.
  • Serai, memarkan.
  • Air perasan jeruk nipis dan garam.

Langkah-langkah Pembuatan

  1. Persiapan Bahan: Potong ikan asap atau ayam asap menjadi bagian-bagian kecil sesuai selera.
  2. Menyiapkan Bumbu: Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan jahe. Tumis bumbu tersebut bersama serai hingga aromanya harum dan bumbu matang.
  3. Pemasakan Awal: Masukkan potongan ikan atau ayam asap ke dalam tumisan bumbu. Aduk perlahan agar bumbu meresap ke dalam serat daging yang sudah terasapi.
  4. Pemberian Santan: Tuangkan santan encer terlebih dahulu dan biarkan mendidih hingga daging benar-benar empuk. Setelah itu, masukkan santan kental sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
  5. Penyelesaian: Tambahkan garam dan sedikit air jeruk nipis untuk memberikan sensasi segar pada kuah santan. Masak hingga kuah sedikit mengental dan berminyak.
  6. Penyajian: Sajikan Uta Dada selagi hangat dengan taburan bawang goreng sebagai pelengkap.

Referensi

  • Inventarisasi Kekayaan Kuliner Suku Kaili, Sulawesi Tengah.
  • Studi Etnografi Pangan: Pemanfaatan Teknik Pengasapan di Palu.
  • Dokumentasi Warisan Budaya Takbenda - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.