Air Sappang: Perbedaan antara revisi
Andi.irfan (bicara | kontrib) Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Berkas:Air sappang-Wirda Dedi.jpg|jmpl|Air sappang/Wirda Dedi]] | [[Berkas:Air sappang-Wirda Dedi.jpg|jmpl|Air sappang/Wirda Dedi]] | ||
Kayu secang (''Caesalpinia sappan'') sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal yang dicampur aneka rempah atau dikenal dengan sebutan wedang uwuh atau wedang secang. Di Sulawesi, salah satunya disebut dengan air sappang. Batang kayu secang terlebih dahulu diserut dan dijemur agar dapat digunakan sebagai bahan minuman. Umumnya, minuman berbahan serutan kayu secang dinikmati dengan cara diseduh menggunakan air hangat. | |||
Kayu secang mengatasi peradangan dan nyeri. Secara tradisional, kayu secang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu untuk mengobati diare. Kayu secang merupakan salah satu tanaman herba yang mengandung antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel tubuh. Ia juga membantu mengontrol kadar gula dalam darah karena ada kandungan antidiabetes di dalamnya.<ref>Alodokter. (2025). 7 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan. https://www.alodokter.com/7-manfaat-kayu-secang-untuk-kesehatan. Diakses 27 Desember 2025.</ref> | Kayu secang mengatasi peradangan dan nyeri. Secara tradisional, kayu secang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu untuk mengobati diare. Kayu secang merupakan salah satu tanaman herba yang mengandung antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel tubuh. Ia juga membantu mengontrol kadar gula dalam darah karena ada kandungan antidiabetes di dalamnya.<ref>Alodokter. (2025). 7 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan. https://www.alodokter.com/7-manfaat-kayu-secang-untuk-kesehatan. Diakses 27 Desember 2025.</ref> | ||
Secang dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam nama lokal, seperti seupeng (Aceh), sepang (Gayo dan Sasak), sopang (Batak), cacang (Minangkabau), secang (Sunda), kayu secang/soga Jawa (Jawa), kaju secang (Madura), cang (Bali), supa/suang (Bima), sepel (Timor), hong (Alor), kayu sema (Manado), sapang (Makassar), seppang (Bugis), sefen (Halmahera Selatan), sawala/hiniaga/sinyiang/singiang (Halmahera Utara), sunyiha (Ternate), dan roro (Tidore).<ref>Direktorat Obat Asli Indonesia. 2008. Caesalpinia sappan L. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.</ref> | |||
== Bahan == | == Bahan == | ||
Revisi terkini sejak 9 April 2026 22.43

Kayu secang (Caesalpinia sappan) sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal yang dicampur aneka rempah atau dikenal dengan sebutan wedang uwuh atau wedang secang. Di Sulawesi, salah satunya disebut dengan air sappang. Batang kayu secang terlebih dahulu diserut dan dijemur agar dapat digunakan sebagai bahan minuman. Umumnya, minuman berbahan serutan kayu secang dinikmati dengan cara diseduh menggunakan air hangat.
Kayu secang mengatasi peradangan dan nyeri. Secara tradisional, kayu secang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu untuk mengobati diare. Kayu secang merupakan salah satu tanaman herba yang mengandung antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel tubuh. Ia juga membantu mengontrol kadar gula dalam darah karena ada kandungan antidiabetes di dalamnya.[1]
Secang dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam nama lokal, seperti seupeng (Aceh), sepang (Gayo dan Sasak), sopang (Batak), cacang (Minangkabau), secang (Sunda), kayu secang/soga Jawa (Jawa), kaju secang (Madura), cang (Bali), supa/suang (Bima), sepel (Timor), hong (Alor), kayu sema (Manado), sapang (Makassar), seppang (Bugis), sefen (Halmahera Selatan), sawala/hiniaga/sinyiang/singiang (Halmahera Utara), sunyiha (Ternate), dan roro (Tidore).[2]
Bahan
- Kayu secang
- Jahe
- Serai
- Kayu manis
- Kapulaga
Cara
- Rebus jahe dan serai hingga mendidih.
- Masukkan daun pandan, kayu secang, kayu manis, dan kapulaga.
- Masak di atas api kecil hingga meresap selama 30 menit.
Referensi
- ↑ Alodokter. (2025). 7 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan. https://www.alodokter.com/7-manfaat-kayu-secang-untuk-kesehatan. Diakses 27 Desember 2025.
- ↑ Direktorat Obat Asli Indonesia. 2008. Caesalpinia sappan L. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
