Deppa Tori: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Deppa Tori.jpg|jmpl|200x200px|Deooa Tori<ref>https://bilalang.digitaldesa.id/belanja/62940658/kue-tori</ref>]]
[[Berkas:Deppa Tori.jpg|jmpl|200x200px|Deooa Tori<ref>https://bilalang.digitaldesa.id/belanja/62940658/kue-tori</ref>]]
Kue Deppa Tori merupakan salah satu [[Pangan Lokal|pangan lokal]] khas Sulawesi Selatan yang identik di daerah Kabupaten Tana Toraja, meski demikian kue tradisonal ini juga dikenal di beberapa daerah lain seperti di Kabupaten Enrekang tetangga Kabupaten Tana Toraja yang menyebutnya sebagai kue te'tekan yang diambil dari proses pembuatannya yang dipipihkan saat di goreng, deppa Tori berbentuk pipih berwarna cokelat kegelapan dan dilaburi biji wijen. Kue ini juga disebut dengan curu’-curu’ atau cucuru’ di beberapa daerah, dan disebut juga dengan sebutan kue Tori untuk Masyarakat Gowa dan sekitarnya.
Kue Deppa Tori merupakan salah satu [[Pangan Lokal|pangan lokal]] khas Sulawesi Selatan yang dikenal di berbagai suku yang ada di Sulawesi Selatan. Makanan ini identik dengan Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Enrekang yang menyebutnya sebagai Deppa Te'tekan. Masyarakat Bugis dan beberapa daerah mengenal makanan ini sebagai cucuru' dan disebut juga dengan sebutan kue Tori untuk Masyarakat Gowa dan sekitarnya. Masyarakat yang menyebutnya sebagai kue te'tekan mengaitkan nama tersebut pada proses pembuatannya yang dipipihkan dan mengeluarkan suara 'tek-tek'. Deppa Te'tekan berbentuk pipih berwarna cokelat kegelapan dan ditaburi biji wijen. 


== Budaya ==
Deppa Tori sering disajikan pada perayaan penting seperti upacara pernikahan. Di masyarakat wilayah Marena, Kabupaten Enrekang, Deppa Tori atau Deppa Te'tekan disajikan pada saat upacara 40 hari kematian atau Ma'doangan. Di Toraja sendiri, Deppa Tori disajikan pada pelaksanaan Rambu Solo. <ref>Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar Komunitas Katakerja, 2022</ref>
Kue Tradisional ini melengkapi sajian pada tiap acara resmi maupun tidak resmi di daerah Toraja. Masyarakat toraja biasanya menikmati kue ini ditemani dengan secangkir kopi toraja.


== Cara Pembuatan ==
== Cara Pembuatan ==
Baris 10: Baris 9:
'''Bahan:'''
'''Bahan:'''


* 500 gram Tepung Beras
* 500 gram Tepung [[Beras]]
* 250 gram Gula Merah
* 250 gram [[Gula Merah]]
* 120 ml Air
* 120 ml Air
* 1/4 sdm Baking powder
* 1/4 sdm Baking powder
* 1/4 sdm Vanili Bubuk
* 1/4 sdm [[Vanili]] Bubuk
* 200 gram Biji Wijen  
* 200 gram Biji Wijen  
* 1 Liter Minyak Goreng
* 1 Liter Minyak Goreng
Baris 23: Baris 22:
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]
[[Kategori:Olahan Pangan]]
[[Kategori:Olahan Pangan]]
<references />

Revisi terkini sejak 19 Desember 2025 23.39

Deooa Tori[1]

Kue Deppa Tori merupakan salah satu pangan lokal khas Sulawesi Selatan yang dikenal di berbagai suku yang ada di Sulawesi Selatan. Makanan ini identik dengan Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Enrekang yang menyebutnya sebagai Deppa Te'tekan. Masyarakat Bugis dan beberapa daerah mengenal makanan ini sebagai cucuru' dan disebut juga dengan sebutan kue Tori untuk Masyarakat Gowa dan sekitarnya. Masyarakat yang menyebutnya sebagai kue te'tekan mengaitkan nama tersebut pada proses pembuatannya yang dipipihkan dan mengeluarkan suara 'tek-tek'. Deppa Te'tekan berbentuk pipih berwarna cokelat kegelapan dan ditaburi biji wijen.

Deppa Tori sering disajikan pada perayaan penting seperti upacara pernikahan. Di masyarakat wilayah Marena, Kabupaten Enrekang, Deppa Tori atau Deppa Te'tekan disajikan pada saat upacara 40 hari kematian atau Ma'doangan. Di Toraja sendiri, Deppa Tori disajikan pada pelaksanaan Rambu Solo. [2]

Cara Pembuatan

Berikut resep bahan dan cara pembuatan Kue Deppa Tori :

Bahan:

  • 500 gram Tepung Beras
  • 250 gram Gula Merah
  • 120 ml Air
  • 1/4 sdm Baking powder
  • 1/4 sdm Vanili Bubuk
  • 200 gram Biji Wijen
  • 1 Liter Minyak Goreng

Cara buat: masak gula merah di wajan, jika gula merah sudah larut tambahkan tepung dan bahan lainnya di atas wajan, aduk olahan smpai agak keras lalu tambahkan minyak goreng secukupnya setelah itu tuangkan adonan satu persatu perlahan sambil dipipihkan di atas minyak panas penggorengan. Goreng hingga berwarna kecoklatan lalu tiriskan[3].

Referensi