Mandai: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
(←Membuat halaman berisi 'Mandai ialah makanan olahan khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari kulit buah cempedak yang cocok dijadikan pendamping untuk makanan utama. Makanan ini disajikan dengan sambel sehingga bisa dijadikan pilihan sebagai perpaduan yang cocok untuk makanan utama sehari-hari. Makanan ini memiliki cita rasa yang gurih dan bertekstur kenyal. Makanan ini berbahan dasar kulit buah cempedak, bawang merah, bawang putih, cabai merah, gula, garam dan minyak.')
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
Mandai ialah makanan olahan khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari kulit buah [[cempedak]] yang cocok dijadikan pendamping untuk makanan utama. Makanan ini disajikan dengan sambel sehingga bisa dijadikan pilihan sebagai perpaduan yang cocok untuk makanan utama sehari-hari. Makanan ini memiliki cita rasa yang gurih dan bertekstur kenyal. Makanan ini berbahan dasar kulit buah cempedak, bawang merah, bawang putih, cabai merah, gula, garam dan minyak.
Mandai merupakan makanan olahan fermentasi khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari dami atau bagian dalam kulit buah [[cempedak]] yang telah dibersihkan, kemudian direndam dalam larutan garam. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dengan tekstur kenyal yang menyerupai daging, sehingga banyak digemari. Mandai biasanya dicuci, diberi bumbu, lalu disajikan bersama sambal sebagai lauk pendamping nasi dan menjadi pilihan yang cocok untuk makanan utama sehari-hari. Proses fermentasi mandai melibatkan bakteri asam laktat, terutama dari genus Lactobacillus dan Pediococcus, yang dikenal sebagai mikroorganisme probiotik. <ref>Emmawati, A., Laksmi, B. S., Nuraida, L., & Syah, D. (2015). Karakterisasi isolat bakteri asam laktat dari mandai yang berpotensi sebagai probiotik. ''Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM'', ''35''(2), 146-155.</ref>

Revisi terkini sejak 11 April 2026 17.04

Mandai merupakan makanan olahan fermentasi khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari dami atau bagian dalam kulit buah cempedak yang telah dibersihkan, kemudian direndam dalam larutan garam. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dengan tekstur kenyal yang menyerupai daging, sehingga banyak digemari. Mandai biasanya dicuci, diberi bumbu, lalu disajikan bersama sambal sebagai lauk pendamping nasi dan menjadi pilihan yang cocok untuk makanan utama sehari-hari. Proses fermentasi mandai melibatkan bakteri asam laktat, terutama dari genus Lactobacillus dan Pediococcus, yang dikenal sebagai mikroorganisme probiotik. [1]

  1. Emmawati, A., Laksmi, B. S., Nuraida, L., & Syah, D. (2015). Karakterisasi isolat bakteri asam laktat dari mandai yang berpotensi sebagai probiotik. Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 35(2), 146-155.