Air Guraka: Perbedaan antara revisi
Dari WikiPangan
(←Membuat halaman berisi 'Air Guraka ialah minuman herbal khas Ternate yang diracik dari kacang kenari, jahe, daun pandan dan gula kelapa sehingga menghadirkan rasa hangat, manis dan memiliki aroma yang khas sehingga sangat nikmat disajikan di musim hujan. Selain berfungsi sebagai penghangat tubuh, air guraka juga dikenal berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung vitamin C, vitamin E, antioksidan, kalsium, zat besi serta berbagai zat gizi lainnya.') |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Air Guraka ialah minuman herbal khas Ternate | Air Guraka ialah minuman herbal khas Ternate berbahan dasar [[jahe]], yang diperkaya dengan pemanis gula [[aren]] serta disajikan dengan tambahan irisan [[kenari]] mentah sebagai topping. | ||
Minuman ini biasanya disajikan untuk menjamu tamu kehormatan, baik di lingkungan pemerintahan maupun di Keraton Ternate. Bahkan, keberadaan air guraka di rumah-rumah masyarakat memiliki nilai sosial yang lebih tinggi dibandingkan sajian teh bagi tamu. Masyarakat tidak memandang air guraka sebagai obat tradisional, melainkan sebagai minuman tradisional yang menyegarkan.<ref>Jennifer, H dan E. Saptutyningsih, 2015. Preferensi Individu terhadap Pengobatan Tradisional di Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan,16 (1) : 26-41.</ref> | |||
Air guraka dapat dinikmati kapan saja, biasanya disajikan dalam keadaan panas atupun dingin. Bahkan air guraka memiliki varian original dan susu. | |||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
[[Kategori:Olahan Pangan]] | |||
[[Kategori:Maluku Utara]] | |||
Revisi terkini sejak 11 April 2026 14.25
Air Guraka ialah minuman herbal khas Ternate berbahan dasar jahe, yang diperkaya dengan pemanis gula aren serta disajikan dengan tambahan irisan kenari mentah sebagai topping.
Minuman ini biasanya disajikan untuk menjamu tamu kehormatan, baik di lingkungan pemerintahan maupun di Keraton Ternate. Bahkan, keberadaan air guraka di rumah-rumah masyarakat memiliki nilai sosial yang lebih tinggi dibandingkan sajian teh bagi tamu. Masyarakat tidak memandang air guraka sebagai obat tradisional, melainkan sebagai minuman tradisional yang menyegarkan.[1]
Air guraka dapat dinikmati kapan saja, biasanya disajikan dalam keadaan panas atupun dingin. Bahkan air guraka memiliki varian original dan susu.
Referensi
- ↑ Jennifer, H dan E. Saptutyningsih, 2015. Preferensi Individu terhadap Pengobatan Tradisional di Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan,16 (1) : 26-41.
