Air Sappang: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
''Uwae seppang'' atau dalam bahasa Indonesia berarti air seppang atau air sappang. Air Sappang adalah minuman yang terbuat dari air rebusan kayu secang (kayu sappang). Air sappang dapat dijumpai desa Waekecce’e, Turu Adae, Maggenrang, Lamoncong, Massila, Latellang, Ere Cinnong dan Cabbeng Provinsi Sulawesi Selatan. Minunam ini biasanya dikonsumsi sehari-hari dan hari raya. Hingga saat ini, Air Sappang masih dikonsumsi karena para warga desa menyukai minuman ini dan baik untuk kesehatan, namun di beberapa tempat seperti di desa Maggenrang dan Massila minuman ini sudah tidak di konsumsi lagi karena bahan pembuatannya yang sudah jarang ditemukan.
[[Berkas:Air sappang-Wirda Dedi.jpg|jmpl|Air sappang/Wirda Dedi]]
Kayu secang (''Caesalpinia sappan'') sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal yang dicampur aneka rempah atau dikenal dengan sebutan wedang uwuh atau wedang secang. Di Sulawesi, salah satunya disebut dengan air sappang. Batang kayu secang terlebih dahulu diserut dan dijemur agar dapat digunakan sebagai bahan minuman. Umumnya, minuman berbahan serutan kayu secang dinikmati dengan cara diseduh menggunakan air hangat.  


== Nama Lain Sappang ==
Kayu secang mengatasi peradangan dan nyeri. Secara tradisional, kayu secang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu untuk mengobati diare. Kayu secang merupakan salah satu tanaman herba yang mengandung antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel tubuh. Ia juga membantu mengontrol kadar gula dalam darah karena ada kandungan antidiabetes di dalamnya.<ref>Alodokter. (2025). 7 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan. https://www.alodokter.com/7-manfaat-kayu-secang-untuk-kesehatan. Diakses 27 Desember 2025.</ref>
Kayu Sappang atau Seppang juga dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama lokal yang berbeda-beda, seperti seupeng (Aceh), sepang (Gayo), sopang (Batak), cacang (Minangkabau), secang (Sunda), kayu secang, soga Jawa (Jawa), kaju secang (Madura), cang,(Bali), sepang (Sasak), supa, suang (Bima), sepel (Timor), hong (Alor), kayu sema (Manado), dolo, sapang (Makassar), seppang (Bugis), sefen (Halmahera Selatan), sawala, hiniaga, sinyiang, singiang (Halmahera Utara), sunyiha (Ternate), dan roro (Tidore)<ref>https://etnis.id/mengenang-uwae-seppang-minuman-sehat-masyarakat-bugis/</ref>.


== Rujukan ==
Secang dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam nama lokal, seperti seupeng (Aceh), sepang (Gayo dan Sasak), sopang (Batak), cacang (Minangkabau), secang (Sunda), kayu secang/soga Jawa (Jawa), kaju secang (Madura), cang (Bali), supa/suang (Bima), sepel (Timor), hong (Alor), kayu sema (Manado), sapang (Makassar), seppang (Bugis), sefen (Halmahera Selatan), sawala/hiniaga/sinyiang/singiang (Halmahera Utara), sunyiha (Ternate), dan roro (Tidore).<ref>Direktorat Obat Asli Indonesia. 2008. Caesalpinia sappan L. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.</ref>
 
== Bahan ==
 
# Kayu secang
# [[Jahe]]
# Serai
# Kayu manis
# Kapulaga
 
== Cara ==
 
# Rebus jahe dan serai hingga mendidih.
# Masukkan daun pandan, kayu secang, kayu manis, dan kapulaga.
# Masak di atas api kecil hingga meresap selama 30 menit.
 
== Referensi ==
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]
[[Kategori:Sulawesi Selatan]]
[[Kategori:Olahan Pangan]]
[[Kategori:Olahan Pangan]]

Revisi terkini sejak 9 April 2026 22.43

Air sappang/Wirda Dedi

Kayu secang (Caesalpinia sappan) sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal yang dicampur aneka rempah atau dikenal dengan sebutan wedang uwuh atau wedang secang. Di Sulawesi, salah satunya disebut dengan air sappang. Batang kayu secang terlebih dahulu diserut dan dijemur agar dapat digunakan sebagai bahan minuman. Umumnya, minuman berbahan serutan kayu secang dinikmati dengan cara diseduh menggunakan air hangat.

Kayu secang mengatasi peradangan dan nyeri. Secara tradisional, kayu secang kerap dikonsumsi sebagai teh herbal atau jamu untuk mengobati diare. Kayu secang merupakan salah satu tanaman herba yang mengandung antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel tubuh. Ia juga membantu mengontrol kadar gula dalam darah karena ada kandungan antidiabetes di dalamnya.[1]

Secang dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam nama lokal, seperti seupeng (Aceh), sepang (Gayo dan Sasak), sopang (Batak), cacang (Minangkabau), secang (Sunda), kayu secang/soga Jawa (Jawa), kaju secang (Madura), cang (Bali), supa/suang (Bima), sepel (Timor), hong (Alor), kayu sema (Manado), sapang (Makassar), seppang (Bugis), sefen (Halmahera Selatan), sawala/hiniaga/sinyiang/singiang (Halmahera Utara), sunyiha (Ternate), dan roro (Tidore).[2]

Bahan

  1. Kayu secang
  2. Jahe
  3. Serai
  4. Kayu manis
  5. Kapulaga

Cara

  1. Rebus jahe dan serai hingga mendidih.
  2. Masukkan daun pandan, kayu secang, kayu manis, dan kapulaga.
  3. Masak di atas api kecil hingga meresap selama 30 menit.

Referensi

  1. Alodokter. (2025). 7 Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan. https://www.alodokter.com/7-manfaat-kayu-secang-untuk-kesehatan. Diakses 27 Desember 2025.
  2. Direktorat Obat Asli Indonesia. 2008. Caesalpinia sappan L. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.