Nasi Beras Merah: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
 
(artikel irma)
 
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Nasi beras merah.jpg|jmpl|Nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]
[[Berkas:Nasi beras merah irma riswanti.jpg|jmpl|Nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]
[[Berkas:Nasi beras merah.jpg|jmpl|Makan siang dengan nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]Pernah nggak kamu duduk di meja makan, menatap sepiring nasi merah dan berpikir, ''“Hmm… apa bedanya dengan nasi putih selama ini?”'' Begini ya ceritanya…
 
Beras merah sebenarnya bukan sekadar nasi yang warnanya beda. Ia adalah salah satu serealia utuh yang masih menyimpan kulit ari (bran) dan germ (embrio). Karena tidak digiling habis seperti beras putih, semua nutrisi berharga itu tetap ada di dalamnya. Senyawa yang terdapat pada lapisan warna merah beras bermanfaat sebagai antioksidan, anti kanker, anti glikemik tinggi.<ref name=":0">Sumartini, S. (2018). Kajian peningkatan kualitas beras merah (Oryza nivara) instan dengan cara fisik. ''Pasundan Food Technology Journal'', ''5''(1), 84-90.</ref>
 
== Warna Merah Beras ==
[[Beras]] merah mengandung gen yang memproduksi antosianin, dan senyawa ini terkonsentrasi pada lapisan perikarp atau kulit luar bulir padi, sehingga memberi warna merah.<ref name=":0" />
 
Selain warnanya, beras merah juga berbeda secara tekstur dan rasa. Ia dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan penuh; hanya digiling menjadi beras pecah kulit, sehingga kulit arinya masih melekat pada endosperm. Kulit ari ini kaya akan minyak alami, lemak esensial, dan serat, yang membuat [[Nasi Bekepor|nasi]] merah lebih kenyal dan memiliki rasa sedikit seperti kacang dibanding nasi putih yang lembut dan pulen.<ref>Santika, A. Rozakurniati. 2010. Teknik Evaluasi Mutu Beras Hitam dan Beras Merah pada Beberapa Galur Padi Gogo. ''Buletin Teknik Pertanian'', ''15''(1), 1-5.</ref>
 
== B2SA ==
Namun, tetap perlu diingat bahwa '''mengonsumsi beras merah saja tidak cukup untuk pola makan sehat'''. Agar tubuh mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan, beras merah sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari '''pola makan seimbang sesuai prinsip Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (Pangan B2SA)'''. Ini berarti menambahkan sayuran, buah, lauk protein, serta sumber lemak sehat agar setiap piring makan mendukung kesehatan secara optimal.
 
== Kandungan Zat Gizi ==
Komposisi gizi [[Nasi Jinggo|nasi]] beras merah tiap '''100 g''', dengan berat yang '''dapat dimakan 100 %'''.<ref>Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. [https://panganku.org/id-ID/view. https://panganku.org/id-ID/view.]</ref>
{| class="wikitable"
!'''Komponen'''
!'''Kandungan'''
|-
|Air (Water)
|64.0 g
|-
|Energi (Energy)
|149 Kal
|-
|Protein (Protein)
|2.8 g
|-
|Lemak (Fat)
|0.4 g
|-
|Karbohidrat (CHO)
|32.5 g
|-
|Serat (Fibre)
|0.3 g
|-
|Abu (ASH)
|0.3 g
|-
|Kalsium (Ca)
|6 mg
|-
|Fosfor (P)
|63 mg
|-
|Besi (Fe)
|0.8 mg
|-
|Natrium (Na)
|5 mg
|-
|Kalium (K)
|91.4 mg
|-
|Tembaga (Cu)
|0.20 mg
|-
|Seng (Zn)
|0.9 mg
|-
|Retinol (Vit. A)
|0 mcg
|-
|Beta-Karote
|
|}
 
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Olahan Pangan]]

Revisi terkini sejak 8 April 2026 11.29

Nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti
Makan siang dengan nasi beras merah; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti

Pernah nggak kamu duduk di meja makan, menatap sepiring nasi merah dan berpikir, “Hmm… apa bedanya dengan nasi putih selama ini?” Begini ya ceritanya…

Beras merah sebenarnya bukan sekadar nasi yang warnanya beda. Ia adalah salah satu serealia utuh yang masih menyimpan kulit ari (bran) dan germ (embrio). Karena tidak digiling habis seperti beras putih, semua nutrisi berharga itu tetap ada di dalamnya. Senyawa yang terdapat pada lapisan warna merah beras bermanfaat sebagai antioksidan, anti kanker, anti glikemik tinggi.[1]

Warna Merah Beras

Beras merah mengandung gen yang memproduksi antosianin, dan senyawa ini terkonsentrasi pada lapisan perikarp atau kulit luar bulir padi, sehingga memberi warna merah.[1]

Selain warnanya, beras merah juga berbeda secara tekstur dan rasa. Ia dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan penuh; hanya digiling menjadi beras pecah kulit, sehingga kulit arinya masih melekat pada endosperm. Kulit ari ini kaya akan minyak alami, lemak esensial, dan serat, yang membuat nasi merah lebih kenyal dan memiliki rasa sedikit seperti kacang dibanding nasi putih yang lembut dan pulen.[2]

B2SA

Namun, tetap perlu diingat bahwa mengonsumsi beras merah saja tidak cukup untuk pola makan sehat. Agar tubuh mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan, beras merah sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang sesuai prinsip Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (Pangan B2SA). Ini berarti menambahkan sayuran, buah, lauk protein, serta sumber lemak sehat agar setiap piring makan mendukung kesehatan secara optimal.

Kandungan Zat Gizi

Komposisi gizi nasi beras merah tiap 100 g, dengan berat yang dapat dimakan 100 %.[3]

Komponen Kandungan
Air (Water) 64.0 g
Energi (Energy) 149 Kal
Protein (Protein) 2.8 g
Lemak (Fat) 0.4 g
Karbohidrat (CHO) 32.5 g
Serat (Fibre) 0.3 g
Abu (ASH) 0.3 g
Kalsium (Ca) 6 mg
Fosfor (P) 63 mg
Besi (Fe) 0.8 mg
Natrium (Na) 5 mg
Kalium (K) 91.4 mg
Tembaga (Cu) 0.20 mg
Seng (Zn) 0.9 mg
Retinol (Vit. A) 0 mcg
Beta-Karote

Referensi

  1. 1,0 1,1 Sumartini, S. (2018). Kajian peningkatan kualitas beras merah (Oryza nivara) instan dengan cara fisik. Pasundan Food Technology Journal, 5(1), 84-90.
  2. Santika, A. Rozakurniati. 2010. Teknik Evaluasi Mutu Beras Hitam dan Beras Merah pada Beberapa Galur Padi Gogo. Buletin Teknik Pertanian, 15(1), 1-5.
  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view.