Wingko Babat

Dari WikiPangan
Wingko Babat

Wingko babat adalah kue tradisional Indonesia yang legit, gurih, dan manis, terbuat dari campuran utama tepung ketan, kelapa parut muda, serta gula, sering dibentuk bulat pipih kecil berdiameter sekitar 5 cm dan dibungkus kertas atau plastik secara individual. Kue ini populer sebagai camilan atau oleh-oleh khas Semarang, dengan tekstur empuk kenyal dan aroma kelapa yang khas, cocok disantap bersama teh hangat; variannya kini mencakup rasa cokelat, durian, atau keju meski rasa klasik tetap favorit.[1][2]

Sejarah

Wingko babat pertama kali dibuat pada tahun 1898 di Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, oleh pasangan perantau Tionghoa Loe Soe Siang dan Djoa Kiet Nio sebagai kudapan dari tepung ketan dan kelapa parut.[3] Kue ini kemudian dibawa ke Semarang sekitar tahun 1944-1946 oleh Loe Lan Hwa dan suaminya yang mengungsi dari Babat, awalnya dijual keliling dan di kios Stasiun Tawang hingga populer sebagai oleh-oleh khas kota tersebut. Pada tahun 1958, muncul merek dagang seperti "Kereta Api" oleh D Mulyono, memicu diversifikasi produsen di Semarang yang kini terdaftar lebih dari 10 UMKM, meski asal Lamongan tetap jadi akarnya.[4]

Cara Membuat

Bahan:

  1. 300gr tepun ketan
  2. 400gr kelapa parut muda (kukus 10 menit)
  3. 200-250gr gula pasir
  4. 250-300ml air kelapa (rebus dan dinginkan)
  5. 1/2 sdt garam
  6. 1-2 lembar daun pandan
  7. vanili bubuk secukupnya

Cara Pembuatan:

  1. Campur tepung ketan, gula, garam, vanili dan air kelapa dalam wadah besar; aduk rata hingga gula larut, lalu masukkan kelapa parut dan daun pandan.
  2. Diamkan adonan 10-15 menit agar meresap; panaskan teflon atau cetakan anti lengket dengan api kecil, oles tipis margarin jika perlu.
  3. Ambil adonan secukupnya, bentuk bulat pipih (diameter 5 cm), letakkan di cetakan, tutup dan panggang hingga kecokelatan (3-5 menit per sisi); balik hati-hati agar empuk.
  4. Dinginkan, bungkus individual dengan kertas roti.
  5. Simpan di wadah tertutup agar awet 3-5 hari.[5]

Referensi