Uta Kelo

Dari WikiPangan

Uta Kelo (dalam Bahasa Kaili berarti "Sayur Kelor") adalah masakan tradisional khas suku Kaili, Palu, Sulawesi Tengah. Hidangan ini berupa sayur berkuah santan yang menggunakan daun kelor sebagai bahan utama. Uta Kelo dikenal dengan cita rasanya yang gurih dan sedikit pedas, serta tekstur kuah yang kental berkat paduan santan dan berbagai bahan tambahan lokal.

Makna Budaya dan Tradisi

Bagi masyarakat Palu dan sekitarnya, Uta Kelo bukan sekadar makanan sehari-hari, melainkan simbol ketahanan pangan dan kesehatan. Terdapat pepatah lokal yang mengatakan bahwa siapa pun yang datang ke Palu dan mencicipi Uta Kelo, maka mereka akan memiliki kerinduan untuk kembali lagi ke tanah Kaili.

Secara tradisional, daun kelor yang digunakan harus dipetik langsung dari pohonnya untuk menjaga kesegaran dan warna hijaunya yang cerah. Penggunaan kelor dalam kuliner ini menunjukkan kearifan lokal dalam memanfaatkan tanaman multifungsi yang mudah tumbuh di lingkungan sekitar.

Kandungan gizi

Uta Kelo sering disebut sebagai "superfood" tradisional karena kandungan gizi dari daun kelor (Moringa oleifera) yang sangat tinggi:

  • Kaya Antioksidan: Membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal radikal bebas.
  • Sumber Protein Nabati: Daun kelor merupakan salah satu sayuran dengan kandungan protein tertinggi.
  • Kalsium dan Vitamin: Sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan kesehatan mata, terutama bagi anak-anak di masa pertumbuhan.

Bahan dan Cara Pengolahan

Bahan Utama

  • Daun kelor muda (dipisahkan dari tangkainya).
  • Santan segar (dari kelapa parut).
  • Pisang kepok muda atau terong (sebagai bahan pelengkap).
  • Ikan asap (manggia) atau udang kering (untuk menambah cita rasa gurih).

Bumbu

Langkah-langkah Pembuatan

  1. Persiapan Bahan: Rebus air hingga mendidih, masukkan irisan pisang kepok muda atau terong terlebih dahulu hingga teksturnya melunak.
  2. Pengolahan Bumbu: Haluskan cabai rawit dan bawang merah bersama garam. Masukkan bumbu ini ke dalam air rebusan.
  3. Penambahan Santan: Tuangkan santan secara perlahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah dan tercampur rata dengan bumbu.
  4. Memasak Kelor: Masukkan daun kelor yang sudah dibersihkan. Proses memasak daun kelor tidak memerlukan waktu lama; cukup hingga layu namun tetap berwarna hijau cerah agar kandungan nutrisinya tidak hilang.
  5. Penyajian: Masukkan ikan asap atau udang sebagai sentuhan akhir. Uta Kelo siap disajikan hangat bersama nasi atau jagung giling (dange).

Referensi

  • Budaya Kuliner Masyarakat Suku Kaili, Palu.
  • Potensi Tanaman Kelor dalam Pangan Lokal Indonesia.
  • Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.