Okra

Dari WikiPangan
Okra; di dokumentasikan oleh Nur Maskania Utari

Tanaman okra atau tanaman dengan nama ilmiah Abelmoschus esculentus (L.) Moench merupakan tanaman yang tergolong ke dalam genus Hibiscus dari family Malvaceae.[1]

Tanaman okra dikenal sebagai tanaman yang adaptif dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, hal ini didukung dengan sistem akar yang kuat dan dalam, memiliki siklus pertumbuhan yang relatif cepat, dapat hidup di tanah yang berpasir, berlempung, bahkan tanah yang kurang subur, selama tanah tersebut memiliki drainase yang cukup baik sehingga okra masih tetap dapat berkembang. hal itu lah yang membuat tanaman okra cocok untuk tumbuh dan dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Wilayah Indonesia yang membudidayakan tanaman okra diantaranya Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta.

Klasifikasi

Kingdom: Plantae

Subkingdom: Viridiplantae

Superdivisi: Embryophyta

Divisi: Tracheophyta

Subdivisi: Spermatophytina

Kelas: Magnoliopsida

Subkelas: Dilleniidae

Ordo: Malvales

Famili: Malvaceae

Genus: Abelmoschus

Spesies: Abelmoschus esculentus (L.) Moench

Morfologi

Tanaman Okra memiliki akar tunggang yang dalam sekitar 30-60 cm, sehingga tanaman okra peka terhadap kekurangan dan kelebihan air, dengan batang berwarna hijau kemerahan dan memiliki bulu-bulu halus sampai kasar di seluruh permukaan batang. Tinggi batang tanaman subur mencapai 1,5-2 meter. Daun yang tersusun spiral dengan daun yang lebar dan tangkai daun panjang serta berukuran sekitar 10-25 cm. Bunga tanaman okra memiliki diameter 4-8 cm dengan 5 mahkota berwarna putih kekuningan. Buah tanaman okra memiliki warna yang beragam sesuai dengan jenis, ada yang berwarna hijau tua/muda, ungu, dan kemerah-merahan. Bentuk buah panjang dan biasanya berbentuk persegi lima dengan ujung runcing. Buah okra memiliki 5-7 ruang sebagai tempat biji dan tersusun membujur. Biji buah okra berwarna hitam saat muda sedangkan saat matang biji okra menjadi warna coklat. [2]

Pemanfaatan

Okra termasuk sayuran yang fleksibel untuk diolah, karena bisa jadi lauk, sayur, sampai camilan. Cara paling umum yaitu ditumis bersama bawang putih, cabai, dan sedikit kecap atau saus tiram. Okra cukup dimasak sebentar saja agar tetap renyah dan warnanya tidak berubah kusam.

Selain itu, okra juga enak dijadikan sayur bening atau sup, biasanya dipotong-potong lalu dimasukkan menjelang akhir proses memasak supaya teksturnya tidak terlalu lembek. Kalau ingin olahan yang lebih ringan, okra bisa direbus atau dikukus sekitar 3–5 menit, lalu disantap sebagai lalapan dengan sambal.

Kandungan Zat Gizi

Kandungan zat gizi okra tiap 100 gram[3]

Komponen Gizi Jumlah
Energi 130 kJ (31 kkal)
Lemak total 0,1 g
Lemak jenuh 0,026 g
Lemak tak jenuh ganda 0,027 g
Lemak tak jenuh tunggal 0,017 g
Kolesterol 0 mg
Protein 2 g
Karbohidrat 7,03 g
Serat 3,2 g
Gula 1,2 g
Sodium 8 mg
Kalium 303 mg

Referensi

  1. https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/jpro/article/download/2261/622/8339
  2. Bencasri S 2012. Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) as a valuable vegetable of the world. Ratar. Povrt. 49.105-112. doi:10.5937/ratpov49-1172
  3. https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/okra