Kepiting Soka
Kepiting Soka (sering disebut Soft Shell Crab) adalah istilah kuliner untuk kepiting bakau (Scylla serrata) yang dipanen sesaat setelah mengalami proses pergantian kulit (molting).
Deskripsi

Tarakan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kepiting bakau terbesar di Indonesia karena luasnya hutan mangrove di wilayah tersebut. Seiring berkembangnya permintaan pasar, nelayan dan petambak di Tarakan mulai membudidayakan kepiting soka secara intensif di tambak-tambak tradisional. [1]
Proses "Soka" ini sebenarnya adalah fenomena alami, namun di Tarakan, proses ini dikontrol melalui teknik budidaya agar pemanenan bisa dilakukan tepat waktu sebelum cangkang mengeras kembali (biasanya hanya dalam waktu 2 jam). Dalam fase ini, cangkang barunya masih sangat lunak, sehingga seluruh bagian tubuh kepiting—termasuk cangkang, capit, dan kakinya—dapat dimakan tanpa perlu dipecahkan. Kepiting ini memiliki rasa yang manis gurih dengan tekstur daging yang sangat lembut. [2]
Bahan Pembuatan
- Bahan Utama: Kepiting Soka segar (biasanya dibersihkan dan dibelah dua).
- Bumbu Rendaman: Air jeruk lemon/nipis, bawang putih bubuk, garam, dan merica.
- Pelapis: Tepung sagu atau tepung bumbu serbaguna.
- Saus (Opsional): Saus tiram, saus tomat, cabai, atau saus telur asin yang populer di restoran seafood Tarakan.
Cara Pembuatan
- Pembersihan: Cuci kepiting soka dengan hati-hati karena tubuhnya sangat lunak. Buang bagian insang dan penutup perutnya.
- Marinasi: Lumuri kepiting dengan air jeruk lemon, garam, dan merica. Diamkan selama kurang lebih 15 menit agar bumbu meresap.
- Pelapisan: Gulingkan kepiting ke dalam tepung sagu atau adonan tepung kering hingga seluruh permukaannya tertutup rata.
- Penggorengan: Goreng dalam minyak banyak (deep fry) yang sudah panas dengan api sedang hingga berwarna kuning keemasan dan teksturnya garing.
- Penyelesaian: Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan cocolan sambal atau siraman saus sesuai selera. [3]
Referensi
- ↑ Akbarsyah, I., & Permadi, A. (2021). Produksi Tepung Kepiting dari Hasil Samping Usaha Budidaya Kepiting Soka. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 15(1), 57-68.
- ↑ Iromo, H., Fariza, N., & Amien, M. H. (2012). Konservasi Induk Betina Kepiting Bakau Matang Gonad di Pulau Tarakan. Semarang: Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan.
- ↑ Lontoh, A. (2019). Kuliner Khas Kalimantan Utara: Dari Tarakan hingga Nunukan. Jakarta: Pustaka Bunda.
