Cecca pao

Dari WikiPangan

Cecca Pao

Cecca Pao adalah salah satu kuliner tradisional khas Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, yang berupa sambal mangga muda. Meskipun informasi spesifik mengenai sejarah panjang, pencipta, atau tahun pertamanya tidak terdokumentasi secara rinci dalam catatan sejarah formal, Cecca Pao telah lama menjadi bagian dari kekayaan kuliner rumahan masyarakat khususnya orang Bugis.

Beberapa poin terkait sejarah dan karakteristik Cecca Pao:
  • Asal-usul Bahan: Nama "Cecca Pao" berasal dari bahasa Bugis, di mana cecca berarti tumbuk/ulek dan pao berarti mangga. Secara tradisional, ini adalah cara masyarakat setempat memanfaatkan mangga muda yang melimpah, terutama saat musimnya tiba.
  • Karakteristik Kuliner: Kuliner ini menonjolkan rasa segar, asam, dan pedas, yang sering disandingkan sebagai pendamping ikan bakar makanan khas Bugis lainnya.
  • Evolusi Tradisi: Cecca Pao umumnya diulek kasar menggunakan ulekan batu, mencampurkan mangga muda parut/cincang dengan cabai, terasi, dan garam. Kuliner ini bertahan sebagai menu rumahan turun-temurun dan kini banyak ditemui di warung makan khas Sulawesi Selatan.

Cecca Pao adalah contoh bagaimana bahan pangan lokal (mangga) diolah secara sederhana oleh masyarakat bugis untuk menambah olahan makanan atau cita rasa dan memiliki cita rasa yang kuat, mencerminkan selera masyarakat pesisir dan agraris di Sulawesi Selatan.

Resep Cecca Pao
  • Bahan: 1 buah mangga muda (serut/cincang), garam dan ajinomoto secukupnya dan bisa menambahkan beberapa bahan sesuai selera seperti cabai rawit, bawang merah,terasi dan gula pasir
  • Cara: Ulek kasar cabai, bawang, dan terasi. Masukkan mangga muda, ulek sebentar agar bumbu tercampur. Tambahkan garam/gula, aduk rata.