Kalope

Kolope ubi gadung adalah makanan tradisional khas Sulawesi Tenggara, terutama dikenal di kalangan masyarakat Buton dan sekitarnya. Makanan ini sederhana, tetapi punya cerita budaya dan teknik pengolahan yang cukup unik karena bahan dasarnya tidak bisa dimakan sembarangan.[1]
Sejarah
Di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di daerah Buton dan sekitarnya, kehidupan masyarakat dulu sangat bergantung pada alam. Tidak seperti daerah yang subur padi, sebagian wilayah ini memiliki kondisi tanah dan musim yang membuat beras tidak selalu tersedia. Dalam situasi seperti itu, masyarakat tidak punya banyak pilihan selain mencari sumber pangan alternatif. Di hutan-hutan tumbuh liar sejenis umbi bernama ubi gadung (Dioscorea hispida). Umbi ini melimpah, besar, dan tampak menjanjikan. Namun ada satu masalah besar: ia beracun. Alih-alih menjauhinya, masyarakat justru mempelajarinya. Dari pengalaman pahit yang mungkin termasuk keracunan di masa lalu mereka mulai memahami bahwa racun dalam gadung bisa “ditaklukkan” dengan cara tertentu. Pengetahuan ini tidak lahir dalam semalam, melainkan melalui proses panjang, percobaan, dan pewarisan antar generasi. Dari sinilah cikal bakal kolope muncul.
Bahan
Bahan utama kolope adalah ubi gadung (nama ilmiah: Dioscorea hispida).
Ciri-cirinya:
- Kulit kasar berwarna cokelat
- Daging umbi putih kekuningan
- Mengandung racun alami (asam sianida / HCN)
Karena racunnya, ubi ini tidak boleh langsung dimakan. Harus melalui proses khusus untuk menghilangkan zat berbahaya tersebut.
Proses Pengolahan
- Dikupas dan diiris tipis
- Direndam dalam air mengalir selama beberapa hari (kadang sampai 3–5 hari)
- Bisa juga direndam dengan abu atau air garam untuk membantu menetralisir racun
- Setelah itu dicuci bersih dan dijemur atau langsung dimasak
Jika proses ini tidak benar, bisa menyebabkan keracunan serius.
Cara Memasak
- Direbus atau Dikukus
- Ubi gadung yang sudah bersih direbus hingga empuk
- Penyajian Tradisional
- Kelapa parut
- Garam
- Kadang gula merah (versi manis)
- Bisa juga dimakan dengan ikan atau lauk sederhana
Teksturnya agak kenyal dan sedikit pahit khas, tapi justru itu yang disukai.
Karakteristik
- Rasa unik (sedikit pahit, gurih jika pakai kelapa)
- Tekstur padat dan agak berserat
- Sangat mengenyangkan
- Biasanya dimakan sebagai pengganti nasi atau camilan berat
Rujukan
