Cungkring

Dari WikiPangan
Revisi sejak 9 April 2026 21.00 oleh Irma.Riswanti (bicara | kontrib) (Artikel baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Kikil bahan membuat cunkring; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti
Cungkring di Surya Kencana Bogor; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti

Kalau kamu main ke Jalan Surya Kencana Bogor, ada satu makanan yang wajib kamu coba: cungkring.

Cungkring adalah makanan khas Bogor berupa potongan kikil sapi yang dimasak menggunakan kunyit, sehingga warnanya kekuningan. Kikil ini kemudian disantap bersama lontong dan disiram saus kacang yang rasanya mirip seperti bumbu sate. Teksturnya kenyal tapi empuk, rasanya gurih dengan sentuhan manis, bikin siapa pun mudah jatuh cinta sejak suapan pertama.[1]

Penyajian

Cungkring biasanya disajikan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas nasi, lalu disediakan lidi sebagai penusuk supaya konsumen lebih mudah memakan potongan kikilnya. Selain kikil dan lontong, penjual cungkring umumnya juga menyediakan pelengkap seperti tempe goreng dan oncom goreng tepung, sehingga satu porsi terasa lebih lengkap dan mengenyangkan.

Cungkring dalam Pola Makan B2SA

Walaupun cungkring punya rasa khas yang menggoda, konsumsinya tetap perlu seimbang karena kikil sapi cenderung mengandung lemak. Oleh karena itu, cungkring sebaiknya dikonsumsi sesuai prinsip Pangan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman), misalnya dengan menambahkan sayur atau buah sebagai pelengkap. Dengan begitu, cungkring bukan hanya jadi makanan enak yang bikin kangen, tetapi juga tetap aman dan seimbang untuk dinikmati.

Referensi

  1. Mela, E., Wijonarko, G., & Suciani, I. A. (2021). Strategi perbaikan makanan khas Bogor. Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 41(2), 152-160.