Kue Ciput

Dari WikiPangan
Revisi sejak 13 Februari 2026 02.35 oleh Alfito.deanova (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'Kue Ciput adalah kue kering tradisional yang memiliki bentuk unik menyerupai cangkang siput atau keong kecil (dalam bahasa lokal sering disebut "ciput"). == Deskripsi == jmpl Kue ini merupakan salah satu warisan kuliner yang cukup tua di Tarakan, dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal dan Tionghoa. Nama "Ciput" diambil dari bentuknya yang melingkar dan kecil. Meskipun mirip dengan beberapa kue kering di daerah lain (seperti kue untir-u...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kue Ciput adalah kue kering tradisional yang memiliki bentuk unik menyerupai cangkang siput atau keong kecil (dalam bahasa lokal sering disebut "ciput").

Deskripsi

Kue ini merupakan salah satu warisan kuliner yang cukup tua di Tarakan, dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal dan Tionghoa. Nama "Ciput" diambil dari bentuknya yang melingkar dan kecil. Meskipun mirip dengan beberapa kue kering di daerah lain (seperti kue untir-untir atau kue keong), versi Tarakan memiliki ciri khas pada ukuran yang lebih kecil dan penggunaan wijen yang lebih intens, serta teknik penggorengan yang membuatnya sangat kering dan awet tahan lama tanpa pengawet. [1]

Kue ini memiliki tekstur yang sangat renyah dan garing saat digigit. Rasanya cenderung gurih dengan sentuhan manis tipis, seringkali diperkuat dengan rasa wijen yang melimpah, menjadikannya camilan yang adiktif. [2]

Bahan Pembuatan

  • Bahan Dasar: Tepung terigu (sering dicampur dengan tepung kanji/tapioka untuk tekstur lebih renyah).
  • Bahan Pengikat: Telur ayam, margarin atau mentega (dicairkan).
  • Pemanis & Perasa: Gula halus atau gula pasir, sedikit garam, dan vanili bubuk.
  • Bahan Khas: Biji wijen putih atau hitam dalam jumlah banyak.
  • Cairan: Santan kental atau air secukupnya untuk menguleni adonan. [3]

Cara Pembuatan

  1. Pembuatan Adonan: Campurkan tepung terigu, gula, garam, dan vanili. Masukkan margarin cair dan telur, aduk rata. Tambahkan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk.
  2. Pembentukan: Ambil sedikit adonan, pilin memanjang, lalu bentuk melingkar menyerupai cangkang keong (ciput).
  3. Pelapisan: Gulingkan adonan yang sudah dibentuk ke dalam biji wijen hingga permukaannya tertutup rata.
  4. Penggorengan: Goreng dalam minyak panas dengan api sedang-kecil agar matang merata hingga ke bagian dalam dan warnanya kuning keemasan.
  5. Penyelesaian: Tiriskan dan dinginkan sebelum dimasukkan ke dalam wadah kedap udara agar tetap renyah. [4]

Referensi

  1. Dinas Perindustrian dan Koperasi Kota Tarakan. (2021). Profil Usaha Kecil Menengah (UKM) Pangan khas Tarakan: Industri Kue Kering. Tarakan: Pemerintah Kota Tarakan.
  2. Fitriani, A. (2020). Studi Komparatif Kue Tradisional Kalimantan Utara dan Pengaruh Akulturasi Budaya. Jurnal Kajian Budaya Borneo, 6(1), 15-28.
  3. im Kuliner Kalimantan. (2022). Ragam Camilan Khas Kalimantan Utara: Dari Kerupuk Ikan hingga Kue Ciput. Tarakan: Penerbit Lokal Tarakan.
  4. Setyawati, I. (2018). Teknik Pengolahan Kue Kering Tradisional untuk Daya Tahan Lama. Samarinda: Pustaka Nusantara.