Tuli-tuli

Dari WikiPangan
Revisi sejak 6 Februari 2026 04.43 oleh Abdul.rizal (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Tuli-tuli''' adalah kudapan goreng tradisional khas masyarakat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara. Berbahan dasar ubi kayu atau singkong (''Manihot esculenta'') yang diolah menjadi Kaopi, makanan ini memiliki identitas visual yang sangat distingtif: bentuknya menyerupai angka delapan (8) atau simpul tali. Di tanah Buton, Tuli-tuli lebih dari sekadar pengganjal perut. Ia adalah "camilan sosial" yang wajib hadir di sore hari, dinikmati bersama...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Tuli-tuli adalah kudapan goreng tradisional khas masyarakat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara. Berbahan dasar ubi kayu atau singkong (Manihot esculenta) yang diolah menjadi Kaopi, makanan ini memiliki identitas visual yang sangat distingtif: bentuknya menyerupai angka delapan (8) atau simpul tali.

Di tanah Buton, Tuli-tuli lebih dari sekadar pengganjal perut. Ia adalah "camilan sosial" yang wajib hadir di sore hari, dinikmati bersama teh hangat dan cocolan sambal goreng yang pedas. Harganya yang sangat terjangkau menjadikannya simbol kuliner egaliter yang dinikmati oleh segala lapisan masyarakat, dari pejabat hingga nelayan.

Asal-usul dan Filosofi Bentuk

Nama "Tuli-tuli" sering kali memancing rasa penasaran karena kemiripan bunyinya dengan kondisi gangguan pendengaran. Namun, dalam konteks lokal, nama ini merujuk pada bentuknya yang melingkar menyerupai lubang telinga atau simpul.

Bentuk angka delapan atau simpul ganda pada Tuli-tuli bukan tanpa alasan. Secara teknis, bentuk ini memungkinkan panas minyak menjangkau seluruh permukaan adonan hingga ke bagian dalam, menghasilkan tekstur yang matang merata—renyah di luar namun tetap kenyal di dalam. Secara filosofis, bentuk simpul yang tak putus ini sering dimaknai oleh tetua adat sebagai simbol keterikatan dan persaudaraan masyarakat Buton yang erat dan tidak mudah lepas.

Karakteristik Rasa

Tuli-tuli memiliki profil rasa dan tekstur yang kontras:

  • Tekstur: Bagian kulit luarnya garing dan renyah (crispy) akibat proses penggorengan deep fry, sementara bagian dalamnya terasa kenyal dan padat (chewy), mirip dengan tekstur pempek atau cireng namun lebih berserat.
  • Rasa: Rasa dasar Tuli-tuli adalah gurih netral dengan aroma singkong yang khas.
  • Peran Sambal: Tuli-tuli dianggap "belum lengkap" jika dimakan polosan. Jiwa dari hidangan ini terletak pada cocolan Sambal Goreng (tumisan cabai, bawang merah, dan tomat) yang memberikan dimensi rasa pedas, asin, dan umami yang meledak di mulut.

Bahan dan Proses Pembuatan

Rahasia kekenyalan Tuli-tuli terletak pada penggunaan bahan Kaopi (parutan singkong yang telah diperas airnya hingga kering) dan teknik pencampuran adonan mentah dan matang.

Bahan Utama

  • 1 kg Singkong (Ubi Kayu), pilih jenis yang tidak pahit
  • 1 siung Bawang Merah (iris tipis)
  • Garam secukupnya
  • Minyak Goreng secukupnya
  • Air panas secukupnya

Langkah Pengolahan

  1. Pembuatan Kaopi: Kupas singkong dan cuci bersih. Parut singkong hingga halus. Masukkan parutan ke dalam kain bersih atau karung, lalu peras/tekan sekuat tenaga hingga air patinya keluar semua dan ampas singkong menjadi kering (kesat). Ampas kering inilah yang disebut Kaopi.
  2. Teknik Biang (Pencampuran): Bagi Kaopi menjadi dua bagian sama banyak.
    • Bagian A (Adonan Masak): Campurkan setengah bagian Kaopi dengan sedikit air, irisan bawang merah, dan garam. Masak di atas wajan dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental seperti lem (biang).
    • Bagian B (Adonan Mentah): Siapkan sisa Kaopi kering dalam wadah besar.
  3. Pengulenan: Masukkan Adonan Masak (panas) ke dalam Adonan Mentah. Uleni menggunakan tangan (hati-hati panas) hingga kedua adonan menyatu sempurna dan menjadi kalis (bisa dibentuk). Teknik ini kuncinya agar Tuli-tuli renyah tapi tidak keras.
  4. Pembentukan: Ambil sedikit adonan (sebesar bola pingpong), pilin memanjang seperti tali di atas talenan atau telapak tangan, lalu bentuk menjadi angka 8 atau simpul ganda. Lakukan hingga adonan habis.
  5. Penggorengan: Panaskan minyak dalam jumlah banyak. Goreng Tuli-tuli dengan api sedang hingga berubah warna menjadi kuning keemasan (golden brown). Tiriskan.
  6. Penyajian: Sajikan selagi hangat bersama sambal tumis terpisah.

Referensi