Sambal roa

Dari WikiPangan
Revisi sejak 4 Februari 2026 20.38 oleh Fadilla.syam (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '__TOC__ == == '''Sambal Roa''' adalah sambal tradisional khas masyarakat Manado, Sulawesi Utara, yang berbahan dasar utama ikan roa (''Hemiramphus brasiliensis'') yang telah diawetkan melalui proses pengasapan. Berbeda dengan sambal pada umumnya yang berfungsi sebagai pelengkap, Sambal Roa sering kali dianggap sebagai hidangan pendamping utama karena teksturnya yang padat dan kaya akan rasa gurih ikan. == Latar Belakang dan Keunikan Pangan == Keistimewaan s...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sambal Roa adalah sambal tradisional khas masyarakat Manado, Sulawesi Utara, yang berbahan dasar utama ikan roa (Hemiramphus brasiliensis) yang telah diawetkan melalui proses pengasapan. Berbeda dengan sambal pada umumnya yang berfungsi sebagai pelengkap, Sambal Roa sering kali dianggap sebagai hidangan pendamping utama karena teksturnya yang padat dan kaya akan rasa gurih ikan.

Latar Belakang dan Keunikan Pangan

Keistimewaan sambal ini terletak pada bahan bakunya, yaitu ikan roa atau ikan terbang yang banyak ditemukan di perairan laut Sulawesi Utara. Ikan ini terlebih dahulu diasapi hingga benar-benar kering dan mengeras agar memiliki masa simpan yang lama. Teknik pengolahan ini merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat dalam menjaga ketersediaan sumber protein dari laut.

Secara tradisi, Sambal Roa adalah jodoh utama dari Bubur Manado (Tinutuan) atau Pisang Goroho goreng. Perpaduan antara rasa pedas cabai, aroma asap ikan yang kuat, dan gurihnya minyak kelapa menciptakan profil rasa yang sangat khas dan menjadi identitas kuliner Minahasa.

Kandungan Gizi

Sambal Roa memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan sambal sayuran biasa berkat kandungan ikan di dalamnya:

  • Protein Hewani: Ikan roa asap merupakan sumber protein yang terkonsentrasi karena kadar airnya sudah sangat rendah.
  • Kalsium: Karena ikan roa sering dihaluskan bersama tulangnya yang kecil-kecil, sambal ini mengandung kalsium yang baik bagi tubuh.
  • Kapsaisin: Zat aktif dari cabai yang berfungsi sebagai stimulan pencernaan dan mengandung antioksidan.

Bahan dan Cara Pengolahan

Bahan Utama

  • Ikan roa asap yang sudah dikupas kulitnya dan dipisahkan dari tulang kasarnya.
  • Minyak kelapa untuk menumis bumbu.

Bumbu Rempah

  • Cabai merah dan cabai rawit (dominan pedas).
  • Bawang merah dan bawang putih.
  • Tomat merah (untuk memberikan sedikit kelembapan).
  • Garam dan sedikit gula untuk penyeimbang rasa.

Langkah-langkah Pembuatan

  1. Persiapan Ikan: Sangrai ikan roa asap yang sudah bersih, kemudian haluskan menggunakan cobek atau digiling hingga menjadi bubuk kasar.
  2. Menghaluskan Bumbu: Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat.
  3. Proses Menumis: Panaskan minyak kelapa, tumis bumbu halus hingga harum dan matang sempurna. Hal ini penting agar sambal tidak mudah basi.
  4. Pencampuran: Masukkan bubuk ikan roa ke dalam tumisan bumbu. Aduk secara merata dengan api kecil agar bumbu meresap ke dalam serat ikan dan tekstur sambal menjadi agak kering serta berminyak.
  5. Penyimpanan: Setelah matang dan dingin, Sambal Roa dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Referensi

  • Inventarisasi Pangan Lokal Sulawesi Utara.
  • Dokumentasi Teknologi Pengasapan Ikan Roa Tradisional.
  • Studi Keragaman Sambal Nusantara, Badan Ketahanan Pangan.