Sayur Putungo

Dari WikiPangan
Revisi sejak 4 Februari 2026 19.41 oleh Fadilla.syam (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '__TOC__ == == '''Sayur Putungo''' merupakan sajian sayur tradisional yang berasal dari Gorontalo. Bahan dasar utama dari hidangan ini adalah jantung pisang yang diolah dengan beragam teknik, mulai dari ditumis, dimasak berkuah santan, hingga dipadukan dengan ikan. Bagi masyarakat setempat, Putungo adalah simbol pemanfaatan bahan pangan lokal yang efisien dan bergizi tinggi. == Nilai Budaya dan Pemanfaatan Lokal == Dalam filosofi kuliner masyarakat Gorontalo,...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sayur Putungo merupakan sajian sayur tradisional yang berasal dari Gorontalo. Bahan dasar utama dari hidangan ini adalah jantung pisang yang diolah dengan beragam teknik, mulai dari ditumis, dimasak berkuah santan, hingga dipadukan dengan ikan. Bagi masyarakat setempat, Putungo adalah simbol pemanfaatan bahan pangan lokal yang efisien dan bergizi tinggi.

Nilai Budaya dan Pemanfaatan Lokal

Dalam filosofi kuliner masyarakat Gorontalo, penggunaan jantung pisang menunjukkan kedekatan manusia dengan alam sekitar. Putungo sering kali menjadi hidangan pendamping utama untuk makanan pokok seperti nasi atau Binte Biluhuta.

Keistimewaan Sayur Putungo terletak pada fleksibilitas pengolahannya. Di wilayah pesisir, Sayur Putungo sering kali dimasak dengan campuran ikan asap atau ikan kering, mencerminkan ketersediaan sumber daya laut yang melimpah. Hidangan ini biasanya hadir dalam suasana kebersamaan keluarga dan menjadi pengingat akan kesederhanaan pangan tradisional.

Manfaat Kesehatan

Sayur Putungo bukan hanya sekadar pemuas lapar, tetapi juga memiliki profil nutrisi yang baik bagi tubuh:

  • Serat Pangan: Jantung pisang kaya akan serat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
  • Mineral: Mengandung kalium, magnesium, dan zat besi yang penting bagi fungsi tubuh.
  • Rendah Indeks Glikemik: Cocok sebagai bagian dari menu makanan sehat karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Bahan dan Teknik Pengolahan

Bahan Utama

  • 1 buah jantung pisang (disarankan jenis pisang kepok atau pisang batu agar tidak pahit).
  • 250 ml santan (opsional, tergantung variasi masakan).
  • Ikan asap (manggia) atau teri secukupnya sebagai penambah rasa.

Bumbu Rempah

  • Cabai rawit.
  • Bawang merah dan bawang putih.
  • Serai, memarkan.
  • Garam dan sedikit kunyit untuk warna.

Langkah-langkah Umum

  1. Persiapan Jantung Pisang: Kelupas bagian luar jantung pisang yang berwarna merah tua hingga menyisakan bagian dalam yang berwarna putih/krem. Iris tipis-tipis, lalu segera rendam dalam air atau rebus sebentar untuk menghilangkan getah dan mencegah perubahan warna (oksidasi).
  2. Menyiapkan Bumbu: Haluskan atau iris bumbu dasar seperti bawang dan cabai. Tumis bersama serai hingga mengeluarkan aroma harum.
  3. Proses Memasak: Masukkan ikan asap atau teri ke dalam tumisan. Jika ingin versi berkuah, tuangkan santan dan aduk perlahan agar santan tidak pecah.
  4. Penyelesaian: Masukkan irisan jantung pisang ke dalam bumbu. Masak hingga tekstur jantung pisang menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna.
  5. Penyajian: Sajikan Sayur Putungo bersama nasi hangat dan lauk pendamping seperti Ayam Iloni.

Referensi

  • Pengetahuan Tradisional Kuliner Gorontalo.
  • Dokumentasi Pangan Lokal Provinsi Gorontalo.
  • Studi Manfaat Jantung Pisang bagi Kesehatan Masyarakat.