Bilenthango
Dari WikiPangan
Deskripsi
Bilenthango adalah salah satu kuliner tradisional khas dari daerah Gorontalo yang berbahan dasar ikan, biasanya menggunakan ikan mujair atau ikan mas. Istilah "Bilenthango" merujuk pada teknik memasak spesifik di mana ikan dibelah menjadi dua bagian lebar tanpa terputus (teknik butterfly) dan digoreng dengan alas daun pisang di atas wajan.
Filosofi dan Nilai Budaya
Bilenthango mencerminkan kearifan lokal masyarakat Gorontalo dalam mengolah hasil alam dari Danau Limboto dan wilayah pesisir. Penggunaan daun pisang sebagai alas goreng bukan sekadar estetika, melainkan memiliki fungsi teknis dan filosofis:
- Kearifan Lingkungan: Daun pisang mencegah ikan yang bertekstur lembut menjadi hancur atau lengket di wajan.
- Kesehatan: Teknik ini memungkinkan ikan matang dengan sedikit minyak, menjaga nutrisi ikan tetap utuh karena tidak bersentuhan langsung dengan dasar wajan yang panas.
- Aroma: Memberikan aroma harum khas yang meresap ke dalam daging ikan, menciptakan cita rasa yang membedakannya dengan ikan goreng biasa.
Kandungan Gizi
Sebagai pangan lokal unggulan, Bilenthango mengandung nutrisi penting seperti:
- Protein Hewani: Tinggi protein dari ikan air tawar untuk kecerdasan dan pertumbuhan.
- Antioksidan: Berasal dari bumbu rempah seperti cabai dan tomat yang kaya akan vitamin C dan likopen.
- Lemak Sehat: Penggunaan minyak yang minimal menjaga kandungan asam lemak tak jenuh pada ikan tetap optimal.
Bahan dan Cara Pengolahan
Bahan Utama
- 2-3 ekor ikan Mujair atau Ikan Mas segar.
- Daun pisang secukupnya untuk alas wajan.
- Minyak goreng secukupnya.
Bumbu Halus/Tabur
- Cabai merah dan cabai rawit (Malita).
- Bawang merah.
- Kemiri.
- Tomat, iris kecil.
- Garam dan perasan jeruk nipis.
Langkah-langkah
- Bersihkan ikan, belah menjadi dua (bentuk kipas/butterfly), lalu lumuri dengan garam dan perasan jeruk nipis.
- Siapkan wajan dan lapisi permukaannya dengan daun pisang.
- Tuangkan sedikit minyak di atas daun pisang tersebut.
- Letakkan ikan di atas daun pisang dengan bagian kulit menghadap ke bawah.
- Taburkan bumbu yang sudah dihaluskan atau diiris secara merata di atas permukaan daging ikan.
- Masak dengan api sedang dan tutup wajan agar bumbu meresap melalui uap panas.
- Ikan tidak perlu dibalik. Angkat jika bagian bawah sudah garing dan bumbu di atasnya sudah matang layu.
Referensi
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Gorontalo.
- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.
- Katalog Pangan Lokal Indonesia.
