Sikaporo'

Dari WikiPangan
Revisi sejak 19 Desember 2025 23.04 oleh KataKerja (bicara | kontrib) (Tambahan informasi dan gambar)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Sumber gambar : Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar Komunitas Katakerja, 2022


Sikaporo merupakan salah satu kue tradisional khas Bugis. Kue ini dulunya hanya disajikan sebagai makanan para bangsawan tetapi pada masa sekarang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat umum. Kue ini banyak ditemukan pada acara pernikahan atau penyambutan tamu. Biasanya kue ini berbentuk bunga dengan kelopak-kelopak yang simetris. Pada bagian bawah, kue ini berwarna hijau sedangkan bagian atas kue berwarna kuning, warna kuning terbentuk karena penambahan telur pada adonan bagian atas. Sedangkan ada pula jenis sikaporo yang hanya memiliki satu warna saja, yakni warna hijau yang didapat dari ekstrak daun pandan.

Sikaporo' memiliki rasa manis dan lumer dimulut yang berasal dari gula dan rasa gurih dari santan dan bertekstur lembut. Telur yang digunakan ialah telur bebek karena ukuran kuning telurnya yang besar, namun bisa juga menggunakan telur ayam.[1]

Bahan

  • 5 butir telur bebek atau ayam
  • 150 gram gula pasir (sekitar 1 cangkir)
  • 230 ml santan kental (sekitar 1 cangkir)
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • Pewarna kuning secukupnya
  • Pasta pandan secukupnya (untuk warna hijau)

Cara Membuat

  • Pisahkan kuning dan putih telur, tambahkan santan dan aduk hingga merata
  • Tambahkan gula dan SKM pada masing-masing adonan, lalu aduk
  • Untuk adonan putih telur, tambahkan pasta pandan secukupnya. Aduk rata
  • Untuk adonan kuning telur, tambahkan pewarna makanan kuning secukupnya. Aduk rata
  • Oleskan minyak goreng pada loyang berbentuk bunga yang akan digunakan agar tidak lengket dan taburkan gula pasir
  • Panaskan loyang dalam kukusan terlebih dahulu
  • Masukkan adonan kuning terlebih dahulu hingga mengisi setengah dari loyang, kukus hingga mengeras
  • Lalu masukkan adonan hijau sampai loyang terisi penuh, kukus kembali hingga matang
  • Setelah matang, biarkan kue dingin terlebih dahulu. keluarkan kue dari loyang dengan cara membaliknya ke atas piring secara perlahan

Referensi

  1. Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar Komunitas Katakerja, 2022