Lawa: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 25: | Baris 25: | ||
== Kandungan Gizi == | == Kandungan Gizi == | ||
Kandungan gizi Lawa akan bervariasi tergantung pada jenis ikan segar yang digunakan. Pada umumnya, ikan segar merupakan sumber protein dan lemak baik (omega 3) yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu lawa menggunakan kelapa parut yang merupakan sumber lemak. Lawa juga memiliki antioksidan dan vitamin C yang didapatkan dari mangga serta jeruk nipis.<ref>Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: <nowiki>https://www.panganku.org/id-ID/view</nowiki></ref> | Kandungan gizi Lawa akan bervariasi tergantung pada jenis ikan segar yang digunakan. Pada umumnya, ikan segar merupakan sumber protein dan lemak baik (omega 3) yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu lawa menggunakan kelapa parut yang merupakan sumber lemak. Lawa juga memiliki antioksidan dan vitamin C yang didapatkan dari mangga serta jeruk nipis.<ref>Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: <nowiki>https://www.panganku.org/id-ID/view</nowiki></ref> | ||
== Rujukan == | == Rujukan == | ||
Revisi terkini sejak 14 April 2026 09.32


Lawa atau Lawa' adalah olahan pangan lokal khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari kelapa parut dan ikan segar. Lawa masih banyak ditemukan di Bone Sulawesi Selatan. Keistimewaan lawa' terletak pada teknik pengolahannya. Ikan teri segar yang telah dibersihkan direndam dalam larutan cuka atau air jeruk nipis selama kurang lebih 30 menit. Proses ini bertujuan untuk mematangkan daging ikan secara alami, memberikan cita rasa asam yang segar, sekaligus menghilangkan aroma amis dan mensterilkan bakteri. Karena tidak menggunakan minyak sama sekali, teknik ini membuat lawa' memiliki kemiripan prinsip dengan hidangan sashimi atau sushi asal Jepang.[1]
Aspek Budaya
Lawa masih banyak dikonsumsi didaerah pesisir dimana ikan segar masih banyak ditemukan. Selain itu, di beberapa desa di Bone Sulawesi Selatan, Lawa sudah jarang disajikan dan hanya disajikan saat acara-acara tertentu seperti hari raya Idul Fitri, acara tradisi budaya, ataupun acara tertentu lainnya.
Cara Mengolah
Bahan:
- Ikan segar
- Kelapa parut mentah
- Jeruk nipis atau cuka
- Garam
- Cabai
- Mangga muda (opsional)
Cara Memasak:
- Ikan di fillet dan dipotong kecil-kecil
- Campurkan ikan yang sudah dipotong dengan kelapa parut, garam, Jeruk nipis yang diiris tipis, cabai yang sudah diiris, dan mangga yang sudah diiris
- Berikan perasan jeruk nipis, lalu aduk merata
- Sajikan lawa sesaat setelah diolah untuk menjaga kesegarannya[2]
Kandungan Gizi
Kandungan gizi Lawa akan bervariasi tergantung pada jenis ikan segar yang digunakan. Pada umumnya, ikan segar merupakan sumber protein dan lemak baik (omega 3) yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu lawa menggunakan kelapa parut yang merupakan sumber lemak. Lawa juga memiliki antioksidan dan vitamin C yang didapatkan dari mangga serta jeruk nipis.[3]
Rujukan
- ↑ IDN Times. Mengenal Lawa', kuliner khas Luwu yang mirip sashimi [Internet]. Jakarta: IDN Media; 2023 [dikutip 14 April 2026]. Tersedia dari: https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/dian-andriani/mengenal-lawa-kuliner-khas-luwu-yang-mirip-sashimi-c1c2
- ↑ Budaya Indonesia [Internet]. Jakarta: Yayasan Pelestarian Budaya Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Lawa Bale khas Bugis - Sulawesi Selatan; [sekitar 1 layar]. Tersedia dari: https://budaya-indonesia.org/Lawa-Bale-khas-Bugis-Sulawesi-Selatan
- ↑ Kementerian Kesehatan [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [dikutip 14 April 2026]. Informasi nilai gizi. Tersedia dari: https://www.panganku.org/id-ID/view
