Dangke: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Berkas:Dangke.png|jmpl|300x300px|Dangke | [[Berkas:Dangke.png|jmpl|300x300px|Dangke keju khas nusantara dari Enrekang, Sulawesi Selatan]] | ||
Dangke | Dangke merupakan salah satu kuliner khas Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Enrekang. Dangke dikenal juga dengan sebutan keju khas nusantara, karena terbuat dari bahan baku susu. Dangke memiliki warna putih, bertekstur kenyal seperti tahu dan memiliki rasa gurih mirip keju.<ref>[https://infopublik.id/read/258782/dangke-keju-tradisional-dari-enrekang.html#:~:text=Ada%20dua%20bahan%20dasar%20Dangke%2C%20yaitu%20susu%20kerbau%20dan%20susu%20sapi. https://infopublik.id/read/258782/dangke-keju-tradisional-dari-enrekang.html#:~:text=Ada%20dua%20bahan%20dasar%20Dangke%2C%20yaitu%20susu%20kerbau%20dan%20susu%20sapi.]</ref> | ||
Dangke dibuat dengan bahan utama dari susu sapi dna kerbau, yang didihkan sampai mengental dan kandungan air hilang. Dangke biasa | Dangke dibuat dengan bahan utama dari susu sapi dna kerbau, yang didihkan sampai mengental dan kandungan air hilang. Setelah pengentalan, campuran tersebut disaring melalui tempurung [[kelapa]], yang juga berfungsi sebagai cetakan, lalu menjalani fermentasi spontan semalaman. Dangke biasa dibungkus dengan balutan daun pisang.<ref>Setiarto, R. H. B., Nur, N., Romulo, A., & Herlina, V. T. (2025). Dangke: unveiling Indonesian traditional fermented cheese from Enrekang, South Sulawesi. ''Journal of Ethnic Foods'', ''12''(1), 16.</ref> | ||
Dangke biasa dimakan sebagai makanan pelengkap, setelah digoreng atau dibakar dan kemudian disajikan sebagai lauk. Dangke telah dibuat dibuat sejak ratusna tahun yang lalu/ Pada awalnya, dangke hanya disajikan untuk bangsawan, namun saat ini dangke sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan umum dijadikan salah satu oleh-oleh khas dari Enrekang atau Makassar. | Dangke biasa dimakan sebagai makanan pelengkap, setelah digoreng atau dibakar dan kemudian disajikan sebagai lauk. Dangke telah dibuat dibuat sejak ratusna tahun yang lalu/ Pada awalnya, dangke hanya disajikan untuk bangsawan, namun saat ini dangke sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan umum dijadikan salah satu oleh-oleh khas dari Enrekang atau Makassar. | ||
Revisi terkini sejak 10 April 2026 10.13

Dangke merupakan salah satu kuliner khas Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Enrekang. Dangke dikenal juga dengan sebutan keju khas nusantara, karena terbuat dari bahan baku susu. Dangke memiliki warna putih, bertekstur kenyal seperti tahu dan memiliki rasa gurih mirip keju.[1]
Dangke dibuat dengan bahan utama dari susu sapi dna kerbau, yang didihkan sampai mengental dan kandungan air hilang. Setelah pengentalan, campuran tersebut disaring melalui tempurung kelapa, yang juga berfungsi sebagai cetakan, lalu menjalani fermentasi spontan semalaman. Dangke biasa dibungkus dengan balutan daun pisang.[2]
Dangke biasa dimakan sebagai makanan pelengkap, setelah digoreng atau dibakar dan kemudian disajikan sebagai lauk. Dangke telah dibuat dibuat sejak ratusna tahun yang lalu/ Pada awalnya, dangke hanya disajikan untuk bangsawan, namun saat ini dangke sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan umum dijadikan salah satu oleh-oleh khas dari Enrekang atau Makassar.
Cara Pembuatan
Dangke dibuat dengan cara mencampurkan rebusan susu dengan garam, getah pepaya atau dari buah nanas
Sejarah
Penamaan 'Dangke' ini tidak lepas dari pengaruh Belanda dimasa lalu. Pada tahun 1900an sajian keju ini disajikan kepada Belanda dan mereka mengucakpan 'dangke (terima kasih)', sejak itulah makanan ini dikenal dengan nama dangke. Sebagai salah satu warisan kuliner Indonesia, dangke juga telah memiliki sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kemenkumham RI[3]
Rujukan
- ↑ https://infopublik.id/read/258782/dangke-keju-tradisional-dari-enrekang.html#:~:text=Ada%20dua%20bahan%20dasar%20Dangke%2C%20yaitu%20susu%20kerbau%20dan%20susu%20sapi.
- ↑ Setiarto, R. H. B., Nur, N., Romulo, A., & Herlina, V. T. (2025). Dangke: unveiling Indonesian traditional fermented cheese from Enrekang, South Sulawesi. Journal of Ethnic Foods, 12(1), 16.
- ↑ https://www.detik.com/sulsel/kuliner/d-6323770/sejarah-dangke-khas-enrekang-yang-dulunya-disajikan-untuk-para-bangsawan
