Dempo Utti: Perbedaan antara revisi
(←Membuat halaman berisi 'Dempo Utti adalah pangan lokal yang berasal dari Sulawesi Selatan yang terbuat dari pisang matang yang yang dijemur hingga kering. Memiliki tekstur yang lebih keras dari pisang biasa, rasa yang sangat manis, dan berwarna gelap. Kelebihan makanan ini yaitu lebih awet dan tidak cepat busuk dari pisang pada umumnya, sehingga cocok untuk disimpan lama.') |
Tenri.Waru (bicara | kontrib) (Dempo utti dalam bahasa Bugis berarti olahan pisang yang dikukus atau direbus lalu disiram kuah santan manis. Utti adalah kata Bugis untuk pisang. Hidangan ini sangat umum dijumpai sebagai camilan sore atau sajian kenduri sederhana di pedesaan Sulawesi Selatan.) |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dempo Utti adalah [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang berasal dari Sulawesi Selatan yang terbuat dari pisang matang yang yang dijemur hingga kering. Memiliki tekstur yang lebih keras dari pisang biasa, rasa yang sangat manis, dan berwarna gelap. Kelebihan makanan ini yaitu lebih awet dan tidak cepat busuk dari pisang pada umumnya, sehingga cocok untuk disimpan lama. | Dempo Utti adalah [[Pangan Lokal|pangan lokal]] yang berasal dari Sulawesi Selatan yang terbuat dari pisang matang yang yang dijemur hingga kering. Memiliki tekstur yang lebih keras dari pisang biasa, rasa yang sangat manis, dan berwarna gelap. Kelebihan makanan ini yaitu lebih awet dan tidak cepat busuk dari pisang pada umumnya, sehingga cocok untuk disimpan lama. | ||
== Bahan == | |||
* pisang kepok atau pisang tanduk, setengah matang | |||
* santan kental | |||
* gula merah, sisir halus | |||
* gula pasir | |||
* garam | |||
* daun pandan, simpulkan | |||
* serai, memarkan | |||
* air | |||
* tepung [[beras]] | |||
== Cara Pembuatan == | |||
Kukus pisang: Pilih 6 pisang kepok atau pisang tanduk, setengah matang yang setengah matang — kulit masih kuning kehijauan sedikit. Kukus pisang beserta kulitnya selama 15–20 menit hingga pisang lunak dan matang. Mengukus dengan kulit menjaga pisang tetap utuh dan tidak berair. | |||
Masak larutan gula: Sementara pisang dikukus, masukkan 200 milliliters air, 100 grams gula merah, sisir halus, 2 tablespoons gula pasir, 0.5 teaspoons garam, 3 daun pandan, simpulkan, dan 2 batang serai, memarkan ke dalam panci kecil. Masak di atas api sedang sambil diaduk hingga gula merah larut sempurna. | |||
Tambahkan tepung beras: Larutkan 1 tablespoons tepung beras dengan 2 sdm air dingin hingga tidak menggumpal. Tuang perlahan ke dalam panci gula sambil diaduk terus. Ini akan membuat kuah santan sedikit mengental dan tidak terlalu encer. | |||
Masukkan santan kental: Kecilkan api. Tuang 400 milliliters santan kental perlahan sambil terus diaduk. Masak 3–5 menit hingga kuah mengkilap, harum, dan sedikit mengental. Jangan biarkan mendidih kencang. Buang daun pandan dan serai. | |||
Kupas dan tata pisang: Angkat pisang yang sudah matang dari kukusan. Kupas kulitnya selagi hangat. Belah pisang menjadi dua memanjang atau biarkan utuh sesuai selera. Tata di atas piring atau mangkuk saji. | |||
Siram dan sajikan: Siramkan kuah santan panas secukupnya di atas pisang kukus. Sajikan segera selagi hangat sebagai camilan atau hidangan penutup. | |||
Revisi terkini sejak 8 Juni 2026 17.54
Dempo Utti adalah pangan lokal yang berasal dari Sulawesi Selatan yang terbuat dari pisang matang yang yang dijemur hingga kering. Memiliki tekstur yang lebih keras dari pisang biasa, rasa yang sangat manis, dan berwarna gelap. Kelebihan makanan ini yaitu lebih awet dan tidak cepat busuk dari pisang pada umumnya, sehingga cocok untuk disimpan lama.
Bahan
- pisang kepok atau pisang tanduk, setengah matang
- santan kental
- gula merah, sisir halus
- gula pasir
- garam
- daun pandan, simpulkan
- serai, memarkan
- air
- tepung beras
Cara Pembuatan
Kukus pisang: Pilih 6 pisang kepok atau pisang tanduk, setengah matang yang setengah matang — kulit masih kuning kehijauan sedikit. Kukus pisang beserta kulitnya selama 15–20 menit hingga pisang lunak dan matang. Mengukus dengan kulit menjaga pisang tetap utuh dan tidak berair.
Masak larutan gula: Sementara pisang dikukus, masukkan 200 milliliters air, 100 grams gula merah, sisir halus, 2 tablespoons gula pasir, 0.5 teaspoons garam, 3 daun pandan, simpulkan, dan 2 batang serai, memarkan ke dalam panci kecil. Masak di atas api sedang sambil diaduk hingga gula merah larut sempurna.
Tambahkan tepung beras: Larutkan 1 tablespoons tepung beras dengan 2 sdm air dingin hingga tidak menggumpal. Tuang perlahan ke dalam panci gula sambil diaduk terus. Ini akan membuat kuah santan sedikit mengental dan tidak terlalu encer.
Masukkan santan kental: Kecilkan api. Tuang 400 milliliters santan kental perlahan sambil terus diaduk. Masak 3–5 menit hingga kuah mengkilap, harum, dan sedikit mengental. Jangan biarkan mendidih kencang. Buang daun pandan dan serai.
Kupas dan tata pisang: Angkat pisang yang sudah matang dari kukusan. Kupas kulitnya selagi hangat. Belah pisang menjadi dua memanjang atau biarkan utuh sesuai selera. Tata di atas piring atau mangkuk saji.
Siram dan sajikan: Siramkan kuah santan panas secukupnya di atas pisang kukus. Sajikan segera selagi hangat sebagai camilan atau hidangan penutup.
