Tomat: Perbedaan antara revisi

Dari WikiPangan
(menambahkan deskripsi, sejarah, gizi)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Tomat.jpg|jmpl|Foto: Irma]]
[[Berkas:Tomat.jpg|jmpl|Tomat; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]]
Tomat (''Solanum lycopersicum'') ) merupakan komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia berkat rasanya yang segar dan kandungan gizinya yang kaya. Secara botani, tomat tergolong buah, tetapi dalam keseharian lebih sering diperlakukan sebagai sayuran karena perannya dalam beragam masakan. Tomat tumbuh sebagai tanaman menjalar yang dapat memanjang hingga sekitar 180 cm dan biasanya membutuhkan penopang agar batangnya berkembang dengan baik<ref name=":0">Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.</ref>.  
Tomat (''Solanum lycopersicum'') merupakan komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia berkat rasanya yang segar dan kandungan gizinya yang kaya. Secara botani, tomat tergolong [[Buah Naga|buah]], tetapi dalam keseharian lebih sering diperlakukan sebagai [[Sayur Rebung|sayur]]<nowiki/>an karena perannya dalam beragam masakan. Tomat tumbuh sebagai tanaman menjalar yang dapat memanjang hingga sekitar 180 cm dan biasanya membutuhkan penopang agar batangnya berkembang dengan baik<ref name=":0">Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.</ref>.  


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Tomat berasal dari kawasan Mesoamerika hingga pesisir barat Amerika Selatan, dengan nama dalam bahasa Nahuatl yang bermakna “buah yang menggelembung” atau “air yang melimpah.” Tanaman ini telah dibudidayakan masyarakat Aztek dan suku-suku Andes sebelum kemudian dibawa ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada abad ke-16, meskipun awalnya sempat dianggap berbahaya karena termasuk keluarga ''Solanaceae''. Melalui jalur perdagangan Portugis, tomat menyebar ke Asia Tenggara dan akhirnya masuk ke Indonesia, di mana buah ini cepat diterima dan berkembang menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Nusantara<ref name=":0" />.
Tomat berasal dari kawasan Mesoamerika hingga pesisir barat Amerika Selatan, dengan nama dalam bahasa Nahuatl yang bermakna “[[Buah kelapa|buah]] yang menggelembung” atau “air yang melimpah.” Tanaman ini telah dibudidayakan masyarakat Aztek dan suku-suku Andes sebelum kemudian dibawa ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada abad ke-16, meskipun awalnya sempat dianggap berbahaya karena termasuk keluarga ''Solanaceae''. Melalui jalur perdagangan Portugis, tomat menyebar ke Asia Tenggara dan akhirnya masuk ke Indonesia, di mana [[Buah Palma|buah]] ini cepat diterima dan berkembang menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Nusantara<ref name=":0" />.


== Kandungan Gizi ==
== Kandungan Gizi ==
Baris 9: Baris 9:
{| class="wikitable"
{| class="wikitable"
!Komponen
!Komponen
!Jumlah per 100 g
!Jumlah  
|-
|-
|Air (''Water'')
|Air (''Water'')
Baris 71: Baris 71:
|34 mg
|34 mg
|}
|}
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Bahan Pangan]]

Revisi terkini sejak 9 April 2026 22.25

Tomat; di dokumentasikan oleh Irma Riswanti

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan komoditas hortikultura penting yang banyak dibudidayakan di Indonesia berkat rasanya yang segar dan kandungan gizinya yang kaya. Secara botani, tomat tergolong buah, tetapi dalam keseharian lebih sering diperlakukan sebagai sayuran karena perannya dalam beragam masakan. Tomat tumbuh sebagai tanaman menjalar yang dapat memanjang hingga sekitar 180 cm dan biasanya membutuhkan penopang agar batangnya berkembang dengan baik[1].

Sejarah

Tomat berasal dari kawasan Mesoamerika hingga pesisir barat Amerika Selatan, dengan nama dalam bahasa Nahuatl yang bermakna “buah yang menggelembung” atau “air yang melimpah.” Tanaman ini telah dibudidayakan masyarakat Aztek dan suku-suku Andes sebelum kemudian dibawa ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada abad ke-16, meskipun awalnya sempat dianggap berbahaya karena termasuk keluarga Solanaceae. Melalui jalur perdagangan Portugis, tomat menyebar ke Asia Tenggara dan akhirnya masuk ke Indonesia, di mana buah ini cepat diterima dan berkembang menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Nusantara[1].

Kandungan Gizi

Kandungan gizi tomat segar tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 100%[2].

Komponen Jumlah
Air (Water) 92.9 g
Energi (Energy) 24 Kal
Protein (Protein) 1.3 g
Lemak (Fat) 0.5 g
Karbohidrat (CHO) 4.7 g
Serat (Fibre) 1.5 g
Abu (ASH) 0.6 g
Kalsium (Ca) 8 mg
Fosfor (P) 77 mg
Besi (Fe) 0.6 mg
Natrium (Na) 10 mg
Kalium (K) 164.9 mg
Tembaga (Cu) 0.14 mg
Seng (Zn) 0.2 mg
Beta-Karoten (Carotenes) 575 mcg
Karoten Total (Re) 2,083 mcg
Tiamin (Vit. B1) 0.06 mg
Riboflavin (Vit. B2) 0.07 mg
Niasin (Niacin) 0.4 mg
Vitamin C (Vit. C) 34 mg

Referensi

  1. 1,0 1,1 Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.
  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view