Rujak Natsepa
Rujak Natsepa merupakan kuliner khas pesisir Ambon, Maluku, yang menjadi penanda identitas gastronomi Pantai Natsepa. Berbeda dari rujak pada umumnya, keistimewaannya terletak pada sambal kacang yang bercita rasa manis legit dari gula merah, diperkaya pala dan pangkal belimbing, dengan sentuhan pedas yang lembut namun membekas. Bumbu tersebut berpadu dengan aneka buah tropis—seperti nanas, bengkuang, mentimun, kedondong, belimbing, pepaya, dan mangga golek Pulau Seram—dalam porsi melimpah dan mengenyangkan. Praktik penjualannya yang didominasi perempuan, diwariskan secara turun-temurun, menunjukkan peran perempuan dalam ekonomi kuliner lokal. Rujak ini tidak dijajakan sembarangan, melainkan dikenal terbatas di kawasan Pantai Natsepa, Tapal Kuda, dan Benteng Amsterdam, sehingga memperkuat statusnya sebagai pengalaman rasa yang lekat dengan lanskap pesisir Ambon dan menjadi daya tarik penting bagi masyarakat maupun wisatawan.
Bahan
Buah (sesuai selera, potong-potong):
- 1 buah nanas
- 1 buah bengkuang
- 1 buah mentimun
- 1 buah kedondong
- 1 buah belimbing
- ½ buah pepaya mengkal
- 1 buah mangga golek (atau mangga muda)
Sambal kacang:
- 200 gram kacang tanah, goreng
- 150–200 gram gula merah (diserut)
- 3–5 buah cabai rawit (sesuai selera)
- ½ sdt garam
- 1 sdm parutan pala segar (ciri khas Natsepa)
- 1–2 sdm irisan tipis pangkal belimbing (opsional, untuk rasa khas)
- Air matang secukupnya
Cara Membuat
- Haluskan kacang tanah goreng bersama cabai dan garam.
- Tambahkan gula merah, parutan pala, dan irisan pangkal belimbing, lalu ulek hingga tercampur rata.
- Beri sedikit air matang hingga mencapai kekentalan yang diinginkan (biasanya agak kental).
- Campurkan sambal dengan potongan buah atau siramkan di atasnya, aduk rata sebelum disajikan.
