PUTU CANGKIRI

Dari WikiPangan

PUTU CANGKIRI/PUTU BUGIS

Putu cangkiri / putu bugis adalah pangan lokal kue tradisional khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kelapa dan gula merah, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Berikut alat, bahan, dan cara pembuatannya secara lengkap.

ALAT YANG DIGUNAKAN

•Kukusan (dandang)

•Kompor

•Wadah/mangkuk besar

•Sendok atau spatula

•Pisau

•Talenan

•Sendok takar (opsional)

BAHAN-BAHAN

bahan kulit:

• 250 gram tepung ketan

• 200 ml santan hangat

• ½ sendok teh garam

• pasta pandan atau daun pandan (untuk warna dan aroma, opsional)

BAHAN ISIAN:

•200 gram kelapa parut (pilih yang agak mudah)

•150 gram gula merah (disisir halus)

•1 lembar daun pandan

•sejumput garam

BAHAN PEMBUNGKUS:

• Daun pisan secukupnya (dipanaskan sebentar agar tidak mudah sobek)

CARA PEMBUATAN

Pertama, buat isian terlebih dahulu. Campurkan kelapa parut, gula merah, garam, dan daun pandan dalam wajan. Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga gula meleleh dan tercampur rata dengan kelapa. Setelah agak kering, angkat dan dinginkan.

Selanjutnya buat adonan kulit. Campurkan tepung ketan dan garam dalam wadah, lalu tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan kalis dan bisa dibentuk. Jika ingin berwarna hijau, tambahkan sedikit pasta pandan.

Ambil sedikit adonan, pipihkan di tangan, lalu isi dengan kelapa gula merah tadi. Tutup dan bentuk bulat atau lonjong sesuai selera.

Siapkan daun pisang, ambil satu lembar, letakkan adonan yang sudah diisi, lalu bungkus rapi.

Panaskan kukusan terlebih dahulu. Setelah air mendidih, masukkan putu yang sudah dibungkus dan kukus selama kurang lebih 20–30 menit hingga matang.

Setelah matang, angkat dan biarkan agak dingin sebelum disajikan.

CIRI HASIL JADI

Putu bugis yang matang memiliki tekstur kenyal, aroma harum daun pisang dan pandan, serta rasa manis gurih dari isian kelapa gula merah.

KANDUNGAN GIZI

Berikut perkiraan kandungan gizi putu bugis per 1 buah (±50 gram):

Kandungan Gizi Jumlah

Energi ±120–150 kkal

Karbohidrat ±20–25 gram

Protein ±1–2 gram

Lemak ±4–6 gram

Gula ±8–12 gram

Serat ±1 gram

Natrium ±10–20 mg

PENJELASAN SINGKAT

•Karbohidrat berasal dari tepung ketan sebagai sumber energi utama

•Lemak berasal dari santan

•Gula berasal dari isian gula merah

•Protein relatif rendah karena tidak menggunakan bahan tinggi protein

SEJARAH DAN BUDAYA

Putu cangkiri atau putu bugis adalah kue tradisional khas Sulawesi Selatan yang berasal dari budaya masyarakat Suku Bugis.

Secara sejarah, kue ini sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari tradisi kuliner Bugis, terutama dalam acara adat, syukuran, dan perayaan keluarga. Nama “putu bugis” menunjukkan identitasnya sebagai makanan khas Bugis, sementara “cangkiri” merujuk pada bentuknya yang menyerupai cangkir kecil karena dibungkus daun pisang.

Dari segi budaya, putu bugis melambangkan kebersamaan dan rasa syukur. Kue ini sering disajikan saat acara penting seperti pernikahan, aqiqah, atau pesta adat sebagai simbol harapan akan kehidupan yang manis dan harmonis. Selain itu, proses pembuatannya yang masih tradisional menggunakan bahan seperti tepung ketan, santan, dan gula merah menunjukkan kearifan lokal yang diwariskan turun temurun.

Hingga sekarang, putu bugis tetap dilestarikan dan menjadi salah satu jajanan tradisional yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Bugis.