Odading
Odading adalah makanan tradisional khas Bandung yang berupa roti goreng dengan bentuk kotak atau persegi panjang, bertekstur empuk di dalam dan sedikit renyah di luar.
FILOSOFIS

Makanan tradisional odading khas Bandung tidak hanya dikenal sebagai jajanan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Terbuat dari bahan sederhana seperti tepung terigu, gula, dan ragi, odading melambangkan kesederhanaan serta kemampuan mengolah bahan yang mudah diperoleh menjadi sesuatu yang bernilai. Proses pembuatannya yang melalui fermentasi hingga mengembang menggambarkan pentingnya kesabaran dan usaha dalam mencapai hasil yang baik. Bentuknya yang sederhana tanpa hiasan mencerminkan kerendahan hati, bahwa nilai tidak ditentukan dari penampilan luar. Selain itu, keberadaan odading yang banyak dijual oleh pedagang kecil menunjukkan nilai kerja keras dan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, odading merepresentasikan kesederhanaan, kesabaran, kerendahan hati, dan kerja keras dalam kehidupan masyarakat.
CARA MEMBUAT
Pembuatan odading khas Bandung diawali dengan mencampurkan tepung terigu, gula, ragi, dan air atau susu, lalu diuleni hingga kalis. Setelah itu, adonan didiamkan selama beberapa waktu hingga mengembang. Selanjutnya, adonan dipipihkan dan dipotong berbentuk kotak atau persegi panjang, kemudian didiamkan kembali agar mengembang sempurna. Setelah itu, panaskan minyak dalam jumlah cukup, lalu goreng adonan dengan api sedang hingga mengembang dan berwarna kuning keemasan. Setelah matang, odading diangkat dan ditiriskan, kemudian siap disajikan dalam keadaan hangat.
Komposisi Gizi Odading (per 100 g, BDD 100%)
| Energi | ± 280–320 kkal |
| Protein | ± 5 – 7 g |
| Lemak | ± 10 – 15 g |
| Karbohidrat | ± 40 – 45 g |
| Serat | ± 1 – 2 g |
🌿 Vitamin:
| Vitamin B Kompleks | Dari tepung Terigu dan ragi |
🦴 Mineral:
| Kalsium | ± 20 – 50 mg |
| Zat besi | ± 2 – 3 mg |
| Kalium | ± 100 – 150 mg |

REFERENSI
1. https://amartha.com/blog/pendana/lifestyle/odading-asal-usul-dan-resep-mudahnya/
