Kecombrang

Dari WikiPangan
Foto Kecombrang; Irma Riswanti

kecombrang (Etlingera elatior) anggota besar dalam keluarga Zingiberaceae, saudara jahe dan kunyit. Kecombrang punya bunga yang mencolok, seperti obor merah yang berdiri tegak di tengah dedaunan hijau. Lapisan-lapisan braktea‑nya membentuk mahkota yang tak hanya indah dipandang tetapi juga punya aroma dan rasa yang kuat, sedikit asam, sedikit pedas.

Kecombrang dikenal dengan berbagai nama di Nusantara, misalnya honjé atau onjé di Sunda, sempol di Sasak, kincung di Medan, bungong kala di Aceh, bunga rias di Tapanuli, asam cekala di Karo, acem cikala di Pakpak, kumbang sekala di Lampung, sambuang di Manggarai, jaong di Kutai, takalu di Dayak Ma'anyan, lucu di Banyuwangi, serta combrang, bongkot, atau cirang di Jawa. Di Thailand, tanaman ini disebut daalaa, sementara di Bali dikenal sebagai kecicang, dengan batang mudanya disebut bongkot kecicang, yang keduanya kerap digunakan untuk membuat sambal matah.[1]

Olahan kecombrang

Ketika nenek atau ibu kita memasakkan masakan tradisional seperti rujak kecombrang, urap sayur, hidangan ikan, mereka bukan sekadar menaruh bunga untuk hiasan. Mereka mengundang aroma dan cita rasa yang kuat , segar, sedikit citrus dan pedas yang mampu menyamarkan bau amis sekaligus memberi dimensi baru pada masakan. Itu sebabnya kecombrang dikenal sebagai "penetral bau"[2]

  1. Simatupang HMC, Djayus Y, Suryanto D. 2018. Pengujian Ekstrak Daun Kecombrang sebagai Pencegah Pertumbuhan Jamur Saprolegnia sp. pada Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) secara In Vitro. Jurnal Aquacoastmarine. 6(2):116-125.
  2. Prastowo I, Ahda M, Dhabiaputri R. 2025. Kecombrang (Etlingera elatior), a revivingly popular Indonesian culinary herb. Journal of Ethinic Foos. 12(29):1-27.