Kacang langkoseng
Kacang Langkoseng adalah kudapan tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar kacang tanah. Nama "Langkoseng" dalam bahasa Makassar merujuk pada teknik pengolahannya, yaitu disangrai (dimasak tanpa minyak) bersama pasir bersih. Teknik ini menghasilkan kacang dengan tekstur yang sangat renyah, aroma yang kuat, dan rasa gurih alami tanpa tambahan lemak dari minyak goreng.
Tradisi dan Keunikan Teknik
Kacang Langkoseng merupakan representasi kearifan lokal masyarakat Makassar dalam mengolah hasil bumi dengan cara yang sehat dan ekonomis. Penggunaan pasir sebagai media penghantar panas bertujuan agar panas tersebar merata ke seluruh bagian kacang tanpa membuat kulit arinya hangus seketika. Pasir yang digunakan biasanya adalah pasir sungai yang telah dicuci bersih dan dikeringkan.
Kudapan ini sangat populer sebagai teman minum kopi atau teh di sore hari. Di Makassar, Kacang Langkoseng sering dijajakan oleh pedagang keliling atau ditemukan di kedai-kedai tradisional sebagai camilan wajib yang menyimbolkan kesederhanaan namun memiliki kelezatan yang autentik.
Kandungan Gizi
Karena diolah dengan teknik sangrai tanpa minyak, Kacang Langkoseng memiliki keunggulan nutrisi tertentu:
- Protein Nabati: Sumber protein yang baik untuk perbaikan sel tubuh.
- Lemak Tak Jenuh: Kandungan lemak alami kacang tetap terjaga dan lebih sehat karena tidak terpapar minyak goreng panas.
- Vitamin E dan Mineral: Mengandung antioksidan dan mineral seperti magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Bahan dan Cara Pengolahan
Bahan Utama
- Kacang tanah utuh (masih dengan kulit ari).
- Pasir bersih (sebagai media sangrai).
- Garam secukupnya (opsional, untuk memberikan rasa gurih sebelum disangrai).
Langkah-langkah Pembuatan
- Persiapan Kacang: Cuci bersih kacang tanah, kemudian jemur hingga benar-benar kering. Beberapa pengolah biasanya merendam kacang sebentar dalam air garam agar rasa gurih meresap ke dalam.
- Pemanasan Pasir: Masukkan pasir ke dalam wajan besar (biasanya wajan tanah liat atau besi), kemudian panaskan di atas api sedang hingga pasir benar-benar panas.
- Proses Sangrai (Langkoseng): Masukkan kacang tanah ke dalam wajan berisi pasir panas. Aduk terus secara konstan agar kacang tidak gosong dan matang merata hingga ke bagian dalam.
- Pengecekan Kematangan: Kacang dianggap matang jika kulit arinya sudah mudah terkelupas dan bagian dalamnya berwarna cokelat keemasan serta terasa renyah saat digigit.
- Pemisahan: Angkat kacang dan saring menggunakan ayakan atau nampan bambu untuk memisahkan kacang dari pasir.
- Penyajian: Biarkan kacang dingin terlebih dahulu agar teksturnya menjadi maksimal renyahnya sebelum disimpan dalam wadah kedap udara.
Referensi
- Dokumentasi Kuliner Tradisional Masyarakat Sulawesi Selatan.
- Ragam Teknik Pengolahan Pangan Lokal Nusantara.
- Studi Etnografi Kuliner Makassar: Pemanfaatan Media Pasir dalam Memasak.
