Pindang Ikan

Dari WikiPangan
Pindang Ikan
Pindang Ikan, Foto: Eny Heryani

Pindang adalah masakan berkuah khas melayu, panganan lauk berkuah ini hampir dipunyai daerah yang bersungai/ ekosistem air tawar di sepanjang pulau Sumatera, mulai dari Riau, Jambi, Sumsel dan Lampung. walau kadang pembahasaan dan penamaannya berbeda-beda dan kadang dialektika pengucapannya pun juga beda

Bumbu yang terdiri dari rempah-rempah dan aneka hasil ekosistem air tawar-nya dipengaruhi oleh kontur wilayah daerahnya (Perbukitan, Dataran rendah, dan Dataran Tinggi), contohnya adalah daerah Sumsel, Bumbu pindang dari OKI berbeda sekali dengan Bumbu Pindang dari Pagar Alam dan Lahat, dan akan berbeda lagi dengan Bumbu Pindang dari wilayah Musi Rawas, Pengagan dan Meranjat. Panganan lauk berkuah ini hampir semua daerahnya bahan utama-nya adalah ikan air tawar, pindang sendiri ada pada awalnya adalah pengelolaan untuk menambah keragaman produk olahan dari ekosistem air tawar dan dari waktu ke waktu makin beragam bahan utama-nya bukan hanya ekosistem air tawar saja, makin berkembang ke ekosistem air laut, Daging dan di beberapa daerah berkembang dengan buah dan sayuran.

Jenis-Jenis Pindang

Pindang Ikan merupakan olahan ikan yang cukup terkenal di Sumatera Selatan. Pindang ikan memiliki warna coklat dengan cita rasa manis, segar, dan sedikit pedas. Ikan telah lama dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan oleh masyarakat di Sumatera Selatan. Masyarakat di Sumatera Selatan khususnya telah memiliki banyak resep kuliner turun temurun, diantarainya adalah pindang ikan khas Komering. Pindang ikan merupakan olahan ikan yang cukup terkenal di Sumatera Selatan dengan perpaduan warna coklat dan memiliki rasa manis segar sedikit pedas. Pindang ikan biasa dikonsumsi Masyarakat sehari-hari sebagai lauk.

Namun, selain pindang ikan, di Sumatera Selatan dikenal beberapa jenis Pindang berdasarkan wilayah dan bahan utamanya, jenis-jenisnya adalah sebagai berikut;

A. Pindang dibedakan dari Bahan Utama-nya

  1. Pindang Ikan Belida
  2. Pindang Ikan Gabus
  3. Pindang Ikan Patin
  4. Pindang Ikan Baung
  5. Pindang Ikan Sapil
  6. Pindang Ikan Teri
  7. Pindang Ikan Salai (Baung, Lele, Lais, Patin)
  8. Pindang Udang
  9. Pindang Cumi
  10. Pindang Daging
  11. Pindang Ayam
  12. Pindang Tulang (Sapi, Kambing dan Rusa)

B. Pindang dibedakan dari wilayah-nya

  1. Pindang Musi Rawas
  2. Pindang Pengagan
  3. Pindang OKI/Meranjat
  4. Pindang Lahat- Pagar Alam
  5. Pindang Banyuasin-Musi Banyuasin
  6. Pindang Besemah ( Muara Enim, Tanjung Enim )

Cara Mengolah

Berikut ini resep dan cara memasak pindang ikan patin;

Bahan:

  • 1 ekor ikan patin besar
  • 2 ruas laos
  • 2 batang sereh
  • 2 batang daun bawang
  • 5 pucuk daun kemangi
  • 2 buah tomat merah
  • 1 buah asam jawa
  • 10 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih besar
  • 1,5 sdm kecap manis
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas kunyit
  • 50 gr cabe merah

Cara memasak:

  • Bersihkan bumbu lalu haluskan menggunakan blender atau ulekan
  • Bersihkan ikan lalu potong menjadi 5 bagian
  • lumuri bumbu ke ikan patin, diamkan 10-30 menit
  • rebus ikan yang telah dibumbui lalu masukkan bumbu yang lain
  • masak hingga matang

Sejarah dan Budaya

Bumbu-bumbu yang digunakan dalam masakan pindang merupakan bagian dari gambaran hubungan antara   budaya masyarakat Sumatera Selatan dengan semua budaya para pendatang. Secara umum bumbu pindang terdiri cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan jahe. Semua  bumbu utama ini merupakan jenis yang umum digunakan dalam kuliner masyarakat di Indonesia. Jika merujuk asal, tanaman tersebut bersumber dari negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan masyarakat Sumatera Selatan. Sebagian besar jenis bumbu yang digunakan dalam masakan pindang, di masa lalu merupakan komoditas perdagangan di Nusantara.

Berdasarkan catatan sejarah tersebut dapat diasumsikan bahwa pada pedagang dan pendatang dari India membawa dan memperkenalkan kunyit dalam budaya masyarakat di Nusantara termasuk di wilayah Sumatera Selatan. Selain kunyit, para  pedagang India dan Arab juga membawa tanaman bawang merah dan lengkuas yang kemudian dijadikan bumbu utama dalam pengolahan pindang. Selain India dan Arab, semangkuk pindang pun merepresentasikan hadirnya pengaruh Tionghoa dengan digunakannya bawang putih dan jahe[1].

Referensi