Laha bete

Dari WikiPangan
Revisi sejak 20 Mei 2026 13.22 oleh Yulia.Zahwa (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '== Deskripsi == jmpl Laha Bete (sering disebut juga Laha’ Bete atau “Bete Bete”) adalah makanan olahan tradisional khas pesisir Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar utama ikan teri segar dan kelapa parut. Dalam bahasa lokal, laha berarti makanan yang dicampur dengan kelapa, sedangkan bete berarti ikan teri, sehingga secara harfiah Laha Bete berarti ikan teri yang disajikan bersama campuran kelapa. Makanan ini suda...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Deskripsi

Laha Bete (sering disebut juga Laha’ Bete atau “Bete Bete”) adalah makanan olahan tradisional khas pesisir Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar utama ikan teri segar dan kelapa parut. Dalam bahasa lokal, laha berarti makanan yang dicampur dengan kelapa, sedangkan bete berarti ikan teri, sehingga secara harfiah Laha Bete berarti ikan teri yang disajikan bersama campuran kelapa. Makanan ini sudah dikenal sejak masa pra‑kolonial dan hingga kini menjadi bagian penting dari budaya pangan masyarakat Sinjai, bahkan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK: 372/M/2021. Pelestarian makanan ini dilakukan melalui kegiatan seperti lomba membuat Laha Bete dan program senam kreasi bertema kuliner lokal yang mempromosikan kekayaan adat setempat.

Sejarah

Sejarah Laha Bete dikenal karena rasa gurih, asam‑manis, dan aroma khas kelapa yang dipadukan dengan aroma rempah dan jeruk. Tekstur makanannya unik, dengan ikan teri yang masih padat namun lembut di dalam, sementara kelapa parut yang sudah digoreng memberikan sensasi renyah dan berminyak yang meningkatkan cita rasa. Kehadiran bumbu seperti cabai, bawang merah, gula, dan penyedap menjadikan Laha Bete cocok sebagai pelengkap nasi hangat, baik untuk santapan harian maupun hidangan pada acara‑acara resmi seperti pernikahan, aqiqah, atau syukuran adat. Makanan ini juga dikenal karena cara penyajiannya yang sederhana namun tetap menarik, biasanya ditata di atas piring datar dengan taburan bawang goreng dan sedikit jeruk nipis sebagai pelengkap aroma.

Cara Mengolah

Secara umum, cara mengolah Laha Bete dimulai dari pemilihan ikan teri segar yang dibersihkan dan dicuci hingga bersih, lalu direndam dengan jeruk nipis atau cuka untuk mengurangi bau amis dan memberikan rasa asam segar. Setelah itu, kelapa setengah tua diparut, kemudian digoreng hingga sedikit kecoklatan untuk mengeras teksturnya dan mengeluarkan aroma khas. Selanjutnya, bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam dihaluskan atau diiris kasar, lalu ditumis dengan sedikit minyak hingga harum. Ikan teri yang sudah melalui rendaman dicampurkan ke dalam tumisan bumbu, diaduk perlahan agar tidak hancur, lalu ditambahkan kelapa goreng yang sudah siap, sedikit gula, dan penyedap secukupnya. Hidangan ini dimasak dengan api sedang hingga matang dan aromanya mengental, kemudian diangkat dan disajikan hangat.

Kandungan Nutrisi

Dari segi kandungan nutrisi, Laha Bete tergolong makanan yang tinggi protein dan lemak baik dari ikan teri dan kelapa. Ikan teri segar mengandung protein sekitar 30–35 gram per 100 gram, serta mineral seperti kalsium dan fosfor yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan tulang dan otot. Kelapa parut menambah energi melalui lemak jenuh dan karbohidrat, sekaligus menyediakan serat dan beberapa vitamin B serta vitamin E. Analisis kandungan gizi pada resep Laha Bete menunjukkan bahwa satu porsi makanan ini dapat menyediakan energi sekitar 780–800 kkal per takaran tertentu, dengan protein sekitar 80–90 gram, zat besi sekitar 8 mg, dan vitamin A rata‑rata 200–250 RE, menjadikannya sumber energi dan nutrisi yang cukup tinggi jika dikonsumsi dalam porsi moderat.

Sumber Referensi

Link sumber referensi - Wikipedia: Laha Bete (sejarah dan makna nama): [1](https://id.wikipedia.org/wiki/Laha_Bete) [id.wikipedia](https://id.wikipedia.org/wiki/Laha_Bete) - Artikel kandungan gizi dan budaya Laha Bete di Kompasiana: [2](https://www.kompasiana.com/metiirmayanti/618d22e79624212a3973bea3) [kompasiana](https://www.kompasiana.com/metiirmayanti/618d22e79624212a3973bea3/laha-bete-alias-urap-teri-kuliner-maknyus-dari-sinjai?page=2&page_images=2) - Artikel kuliner Laha Bete di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia: [3](https://budaya-indonesia.org/Lahak-Bete) [budaya-indonesia](https://budaya-indonesia.org/Lahak-Bete)