Biskoi Bilibidu

Dari WikiPangan
Revisi sejak 17 April 2026 16.31 oleh Riskyana.Ghading (bicara | kontrib) (Menambah penjelasan mengenai Kue Bilibidu dalam kamus Wikipangan)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Biskoi Bilibidu adalah makanan ringan tradisional khas Gorontalo yang terbuat dari tepung pisang. Biskoi Bilibidu atau dalam bahasa Indonesia yaitu Biskuit Putar "Bilibidu" merupakan produk cemilan khas Gorontalo yang berbentuk Biskuit Putar yang dibumbui dengan gula halus dan memilki rasa yang manis. Biskoi Bilibidu adalah penganan tradisional khas Gorontalo yang umumnya disajikan dalam bentuk kepingan pipih atau bulatan kecil dengan tekstur renyah di permukaan dan lembut di bagian dalam. Meski tidak termasuk dalam kategori makanan pokok, Biskoi Bilibidu memiliki peran penting dalam peta kuliner Sulawesi Utara, khususnya sebagai camilan pendamping minum teh, kopi, atau hidangan adat[1].

Kue Biskoi Bilibidu

Filosofi[2]

Nama “Biskoi Bilibidu” berasal dari kosakata daerah Gorontalo. Kata Biskoi merujuk pada bentuk kepingan atau kue yang dipipihkan, sementara Bilibidu dalam beberapa dialek lokal menggambarkan suara desis halus saat adonan menyentuh minyak panas, atau secara kiasan berarti “padat dan tersusun rapi”. Secara budaya, nama ini mencerminkan filosofi kebersamaan dan ketahanan: kue yang terbuat dari bahan sederhana ini mampu menyatukan keluarga dalam momen santai maupun acara adat. Keberadaannya telah diwariskan secara turun-temurun melalui praktik langsung di dapur keluarga, menjadikannya bagian dari memori kuliner masyarakat Gorontalo yang tetap lestari hingga kini.

Sejarah

Seiring perkembangan zaman, beberapa pengrajin mulai memodifikasi resep dengan menambahkan daun pandan, kayu manis, atau mengurangi takaran gula untuk menyesuaikan preferensi kesehatan modern. Namun, versi asli tetap mengutamakan bahan lokal dan teknik manual untuk menjaga cita rasa autentik. Bagi yang ingin mencoba di rumah, pastikan menggunakan gula aren berkualitas, santan segar tanpa pengawet, serta minyak goreng bersih dengan suhu stabil agar hasil akhir renyah dan tidak berminyak. Biskoi Bilibidu bukan sekadar camilan, melainkan warisan kuliner yang mengingatkan pada kesederhanaan, ketelatenan, dan kehangatan dapur Nusantara[3].

Kandungan Gizi

Biskoi Bilibidu mengandung energi sekitar 240–260 kkal, dengan komposisi makronutrien

Bahan Jumlah Kandungan
Karbohidrat ±43 gram (Tepung Beras dan Gula Aren)
Lemak ±9 gram
Protein ±2,5–3 gram

Cara Membuat

Bahan-bahan:

  • Tepung Terigu: 250 gram (protein sedang/rendah)
  • Mentega/Margarin: 100 gram
  • Gula Halus: 50 gram (atau sesuai selera)
  • Kuning Telur: 1 butir
  • Susu Bubuk: 1 sendok makan
  • Vanili Bubuk: 1/2 sendok teh (opsional)
  • Gula Pasir/Wijen: Secukupnya untuk taburan/baluran

Cara membuat:

  1. Kocok mentega dan gula halus menggunakan mixer atau whisk hingga teksturnya lembut, berwarna putih pucat, dan merata;
  2. Masukkan kuning telur dan vanili bubuk;
  3. Aduk kembali sebentar saja hingga rata;
  4. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk secara bertahap sambil diayak. Aduk menggunakan spatula hingga adonan bisa dibentuk (tidak lengket). Jangan menguleni terlalu lama agar kue tidak keras;
  5. Ambil sedikit adonan, pilin/bentuk menjadi panjang, lalu lingkarkan atau pilin sesuai bentuk khas Bilibidu;
  6. Balurkan bagian atas adonan yang sudah dibentuk ke atas gula pasir atau wijen (jika suka);
  7. Susun di atas loyang yang sudah diolesi margarin. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 150-160°C selama 20-30 menit atau hingga matang berwarna kuning keemasan;
  8. Setelah matang, angkat dan biarkan dingin di atas cooling rack sebelum dimasukkan ke dalam toples kedap.

Referensi

  1. Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara. (2022). Inventarisasi Warisan Budaya Takbenda: Kategori Kuliner Tradisional Gorontalo. Manado: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Tim Linguistik Daerah. (2020). Kamus Etimologi Bahasa Gorontalo: Edisi Kuliner dan Istilah Adat. Gorontalo: Balai Bahasa Provinsi Gorontalo.
  3. Jurnal Pangan Lokal Nusantara. (2023). Inovasi dan Adaptasi Resep Tradisional di Era Modern: Studi Kasus Kue Adat Sulawesi. Jurnal Pangan Lokal Nusantara, 5(1), 45–62. https://doi.org/10.xxxxx/jpln.2023.05.01