Ka'do bo'dong

Dari WikiPangan
Revisi sejak 17 April 2026 16.07 oleh Mely.Meilani (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '== Deskripsi == '''Ka’do Bo’dong''' adalah salah satu kekayaan kuliner tradisional khas Makassar yang kini mulai langka. Berbeda dengan Songkolo yang padat atau Katiri Sala yang berlapis, Ka’do Bo’dong memiliki karakteristik tekstur yang unik: renyah di luar namun sangat lembut dan gurih di dalam. jmpl == Filosofi == Secara harfiah, dalam bahasa Makassar, '''Ka’do''' berarti nasi/makanan dan '''Bo’dong''' berarti bulat/bu...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Deskripsi

Ka’do Bo’dong adalah salah satu kekayaan kuliner tradisional khas Makassar yang kini mulai langka. Berbeda dengan Songkolo yang padat atau Katiri Sala yang berlapis, Ka’do Bo’dong memiliki karakteristik tekstur yang unik: renyah di luar namun sangat lembut dan gurih di dalam.

Filosofi

Secara harfiah, dalam bahasa Makassar, Ka’do berarti nasi/makanan dan Bo’dong berarti bulat/bundar yang memiliki Simbol Kesederhanaan: Filosofi utama dari makanan ini adalah kesederhanaan yang membawa kepuasan. Terbuat dari bahan-bahan dasar hasil bumi yang mudah ditemukan (kelapa dan ketan), mencerminkan karakter masyarakat lokal yang bersahaja namun mampu mengelola sumber daya alam menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.

Cara Mengolah

Proses pengolahan Ka’do Bo’dong mengutamakan kesederhanaan teknik untuk menghasilkan cita rasa gurih yang mendalam. Tahap awal dimulai dengan mencampur tepung ketan putih dan parutan kelapa muda (bukan kelapa tua agar tekstur tidak kasar) dengan perbandingan tertentu, lalu ditambahkan sedikit garam sebagai penguat rasa. Adonan ini tidak menggunakan air yang banyak, melainkan dibiarkan berbutir lembap agar teksturnya nanti terasa renyah namun lembut. Selanjutnya, adonan dimasukkan ke dalam cetakan khusus—biasanya terbuat dari tanah liat atau baja—yang telah dipanaskan di atas api kecil tanpa menggunakan minyak goreng sedikit pun. Setelah bagian bawahnya mengeras dan berwarna kecokelatan, adonan dilipat menjadi bentuk setengah lingkaran dan ditekan perlahan hingga matang merata. Teknik pemanggangan kering ini menghasilkan aroma sangrai yang khas dan mengeluarkan minyak alami dari kelapa, yang menjadi kunci kelezatan utama Ka’do Bo’dong.

Kandungan Gizi

komposisi utamanya adalah kelapa parut dan tepung ketan, makanan ini memiliki kepadatan lemak nabati yang cukup tinggi.

komponen gizi kandungan
energi 210- 230 kkal
lemak 12-14 g
karbohidrat 25- 30 g
protein 2.5 - 3.2 g
serat 3-4 g