Roti Maros
Roti Maros adalah varian roti manis tradisional yang menjadi ikon kuliner Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Secara fisik, ia menyerupai roti kasur atau roti sobek dengan tekstur yang sangat lembut, namun identitas utamanya terletak pada isian khasnya: selai srikaya kuning pekat yang melimpah.
Bagi pelintas jalur Trans-Sulawesi, Roti Maros memegang status legendaris. Kios-kios roti yang berjejer di sepanjang jalan poros Maros-Makassar bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi wisata kuliner tersendiri. Roti ini paling nikmat disantap saat masih hangat, baru saja keluar dari oven pembakaran.
Sejarah dan Fenomena Jalur Transit
Berbeda dengan kue tradisional lain yang lahir dari ritual adat, popularitas Roti Maros lahir dari budaya mobilitas (transit). Ia tumbuh seiring dengan ramainya lalu lintas di jalan poros yang menghubungkan Kota Makassar dengan daerah-daerah utara Sulawesi Selatan.
Awalnya, roti ini merupakan industri rumah tangga sederhana. Namun, karena teksturnya yang lembut dan rasa manisnya yang mampu memulihkan energi para musafir, ia bertransformasi menjadi komoditas "buah tangan" (oleh-oleh) yang wajib dibeli. Fenomena ini menciptakan lanskap unik di Maros, di mana puluhan kedai menjajakan roti panas 24 jam, menciptakan aroma wangi panggangan yang menyambut siapa saja yang memasuki gerbang kota ini.
Karakteristik Rasa
Kekuatan Roti Maros terletak pada kontradiksi yang harmonis:
- Tekstur Roti: Adonan rotinya dikenal sangat empuk, ringan, dan berserat halus (fluffy). Ia dirancang untuk mudah disobek dengan tangan tanpa perlu pisau.
- Isian : Jiwa dari Roti Maros adalah isiannya. Bukan cokelat atau keju pabrikan, melainkan selai srikaya tradisional yang dibuat dari campuran telur, santan, dan gula. Rasanya manis legit, gurih santan, dengan aroma pandan atau vanili yang kuat.
- Penyajian: Roti ini memiliki masa best before yang singkat. Ia mencapai puncak kenikmatannya saat hangat, di mana isian srikaya masih meleleh dan roti terasa selembut awan. Saat dingin, teksturnya akan sedikit memadat.
Bahan dan Proses Pembuatan
Pembuatan Roti Maros terdiri dari dua tahap krusial: pembuatan selai srikaya dan pembuatan adonan roti.
1. Membuat Isian (Selai Srikaya)
Ini adalah kunci otentisitas.
- Bahan: 5 butir kuning telur, 250 ml santan kental (dari kelapa segar), 200 gr gula pasir, dan daun pandan.
- Cara: Kocok kuning telur dan gula hingga larut. Masukkan santan dan daun pandan. Masak di atas api sangat kecil (atau ditim) sambil terus diaduk agar santan tidak pecah dan telur tidak menggumpal. Masak hingga mengental menjadi selai/custard. Dinginkan.
2. Membuat Adonan Roti
- Bahan Utama: 500 gr Terigu protein tinggi, 100 gr Gula pasir, 11 gr Ragi instan, 2 butir Telur, 200 ml Air hangat/Susu cair, dan 50 gr Margarin.
- Pencampuran (Kneading): Campur semua bahan kering dan telur. Tuang cairan perlahan sambil diuleni hingga setengah kalis. Masukkan margarin dan garam, uleni terus hingga kalis elastis (adonan bisa direntangkan tipis tanpa sobek/windowpane stage).
- Fermentasi I (Proofing): Diamkan adonan selama 45-60 menit hingga mengembang dua kali lipat. Kempiskan untuk buang gasnya.
- Pengisian: Bagi adonan menjadi bulatan-bulatan kecil (sekitar 40-50 gram). Pipihkan, beri isian selai srikaya di tengahnya, lalu tutup rapat dan bulatkan kembali.
- Penyusunan: Susun bulatan-bulatan tersebut dalam loyang persegi secara berdempetan.
- Fermentasi II: Diamkan kembali selama 30 menit hingga adonan menyatu satu sama lain (mengembang memenuhi loyang).
- Pemanggangan: Olesi permukaan dengan susu cair atau kuning telur. Panggang di oven suhu 180°C selama 20-25 menit hingga permukaannya kuning kecokelatan (golden brown).
- Finishing: Begitu keluar dari oven, segera olesi permukaannya dengan margarin agar kulit roti tetap lembap dan mengkilap.
Referensi
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros. (2024). Kuliner Khas Maros: Warisan Rasa di Jalur Trans. Website Resmi Pemkab Maros.
- Tribun Timur. (2023). Rahasia Kelembutan Roti Maros Ada Pada Isian Srikaya.
- IDN Times Sulsel. (2024). Sejarah Roti Maros, Oleh-oleh Wajib Pelintas Trans Sulawesi.
