Sayur Rebung

Sayur rebung adalah salah satu olahan tradisional yang sering muncul di meja makan masyarakat Indonesia, termasuk di Desa Citorek Barat. Di desa ini, rebung tidak hanya dianggap sebagai sayuran biasa, tetapi juga menjadi bagian dari lauk pauk rumahan yang cukup sering diolah, terutama saat rebung dari kebun atau hutan sedang melimpah.
Masyarakat Desa Citorek Barat memanfaatkan rebung sebagai lauk pendamping nasi karena rasanya gurih dan teksturnya renyah.
Rebung sendiri merupakan tunas muda bambu paling dalam yang berwarna putih dan lebih lunak sehingga dapat dikonsumsi. Jika dibiarkan tumbuh terlalu lama, tunas ini akan berubah menjadi batang bambu yang keras dan tidak lagi cocok diolah sebagai makanan. Karena itu, rebung biasanya dipanen saat masih muda, ketika dagingnya masih empuk dan mudah menyerap bumbu.[1]
Olahan Rebung
Rebung terkenal karena aroma pesing, tetapi jika diolah dengan cara yang tepat, rebung justru bisa berubah menjadi lauk yang nikmat dan menggugah selera. Bau tersebut dapat dikurangi dengan cara merendam rebung berulang kali sambil mengganti air rendamannya. Perendaman juga bisa ditambah cuka makan atau air perasan jeruk nipis untuk membantu menetralisir senyawa amoniak. Cara lain yang tak kalah efektif adalah mengukus atau merebus rebung 3–4 kali, lalu membuang air rebusannya sebelum dimasak.[2]

Setelah diolah, rebung bisa dimasak menjadi berbagai menu tradisional Nusantara, antara lain:
- Sayur rebung santan
- Gulai rebung
- Oseng tumis rebung
- Lumpia rebung
- Nuget rebung ikan patin[3]
Kandungan Gizi
Kandungan gizi rebung mentah tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 28 % berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2018.[4]
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Air (Water) | 93.3 g |
| Energi (Energy) | 25 Kal |
| Protein (Protein) | 0.8 g |
| Lemak (Fat) | 0.1 g |
| Karbohidrat (CHO) | 5.3 g |
| Serat (Fibre) | 9.7 g |
| Abu (ASH) | 0.5 g |
| Kalsium (Ca) | 3 mg |
| Fosfor (P) | 5 mg |
| Besi (Fe) | 0.5 mg |
| Natrium (Na) | 3 mg |
| Kalium (K) | 206 mg |
| Tembaga (Cu) | 0.10 mg |
| Seng (Zn) | 0.4 mg |
| Beta-Karoten (Carotenes) | 10 mcg |
| Tiamin (Vit. B1) | 0.20 mg |
| Riboflavin (Vit. B2) | 0.07 mg |
| Niasin (Niacin) | 0.5 mg |
| Vitamin C (Vit. C) | 0 mg |
Referensi
- ↑ https://nusantarafoodbiodiversity.org/data/rebung
- ↑ Fauzi HM. 2018. Pengembangan jiwa kewirausahaan bagi ibu rumah tangga di Desa Alasmalang dengan memanfaatkan rebung sebagai bahan aneka olahan kue. Integritas, 2(1), 12-24.
- ↑ Silaban M, Herawati N, Zalfiatri Y. 2017. Pengaruh penambahan rebung betung dalam pembuatan nugget ikan patin (Pangasius hypopthalamus) (Doctoral dissertation, Riau University).
- ↑ Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view.
