Roti Koing: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Eko.prastio (bicara | kontrib) kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Roti Koing adalah camilan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan teksturnya yang keras dan tidak memiliki rasa alias tawar. | Roti Koing adalah camilan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan teksturnya yang keras dan tidak memiliki rasa alias tawar. Roti Koing juga dikenal dengan nama Roti Raden atau Roti Klatak. Roti Koing biasanya disantap dengan cara merendamnya ke dalam minuman hangat seperti teh. Setelah direndam, tekstur roti koing yang keras akan menjadi lebih lembut, dan ukurannya akan semakin mengembang. | ||
Roti Koing banyak ditemui di pasar-pasar tradisional di Palembang dengan harga yang relatif murah. Sebungkus berisi beberapa buah roti koing dibanderol dengan harga Rp 3.000,-, sedangkan bungkusan dengan isi yang lebih banyak dihargai Rp 10.000,. | Roti Koing banyak ditemui di pasar-pasar tradisional di Palembang dengan harga yang relatif murah. Sebungkus berisi beberapa buah roti koing dibanderol dengan harga Rp 3.000,-, sedangkan bungkusan dengan isi yang lebih banyak dihargai Rp 10.000,. | ||
Sayangnya, roti koing hanya dinikmati oleh orang-orang tua dan kurang diminati oleh anak muda. Jika tidak terus dilestarikan, kuliner ini berpotensi punah. | Sayangnya, roti koing hanya dinikmati oleh orang-orang tua dan kurang diminati oleh anak muda. Jika tidak terus dilestarikan, kuliner ini berpotensi punah. | ||
== | == Asal Usul == | ||
Roti Koing dibuat secara tidak sengaja pada zaman penjajahan, ketika gula sangat sulit didapatkan. Masyarakat Palembang membuat roti gandum tanpa gula, yang kemudian menjadi populer dan terus dibuat sampai sekarang. | |||
== Bahan & Cara Membuat Roti Koing == | |||
'''Bahan-Bahan:''' | '''Bahan-Bahan:''' | ||
| Baris 57: | Baris 49: | ||
10. Ketika roti sudah garing, balik lagi roti dan oven dengan pintu oven terbuka selama 20 menit. | 10. Ketika roti sudah garing, balik lagi roti dan oven dengan pintu oven terbuka selama 20 menit. | ||
== | == Referensi == | ||
[1] <nowiki>https://bobo.grid.id/read/08675677/roti-koing-camilan-tawar-khas-palembang</nowiki> | [1] <nowiki>https://bobo.grid.id/read/08675677/roti-koing-camilan-tawar-khas-palembang</nowiki> | ||
Revisi terkini sejak 25 Januari 2026 22.31
Roti Koing adalah camilan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan teksturnya yang keras dan tidak memiliki rasa alias tawar. Roti Koing juga dikenal dengan nama Roti Raden atau Roti Klatak. Roti Koing biasanya disantap dengan cara merendamnya ke dalam minuman hangat seperti teh. Setelah direndam, tekstur roti koing yang keras akan menjadi lebih lembut, dan ukurannya akan semakin mengembang.
Roti Koing banyak ditemui di pasar-pasar tradisional di Palembang dengan harga yang relatif murah. Sebungkus berisi beberapa buah roti koing dibanderol dengan harga Rp 3.000,-, sedangkan bungkusan dengan isi yang lebih banyak dihargai Rp 10.000,.
Sayangnya, roti koing hanya dinikmati oleh orang-orang tua dan kurang diminati oleh anak muda. Jika tidak terus dilestarikan, kuliner ini berpotensi punah.
Asal Usul
Roti Koing dibuat secara tidak sengaja pada zaman penjajahan, ketika gula sangat sulit didapatkan. Masyarakat Palembang membuat roti gandum tanpa gula, yang kemudian menjadi populer dan terus dibuat sampai sekarang.
Bahan & Cara Membuat Roti Koing
Bahan-Bahan:
- 50 gram gula pasir
- 1/4 sendok teh soda kue
- 1/4 sendok teh baking powder
- 1 sendok teh ragi roti instan
- 125 mili air
- 250 gram tepung terigu warungan aja
- 1/2 sendok teh garam halus
- 40 mili minyak sayur
Cara Membuat:
1. Campurkan gula, soda kue, baking powder, dan ragi roti instan menjadi satu.
2. Tambahkan air ke dalam campuran, aduk hingga gula larut dan tercampur.
3. Masukkan tepung terigu, garam halus, dan minyak sayur. Aduk hingga rata.
4. Mixer adonan menggunakan baling spiral selama 5 menit. Pada menit pertama gunakan kecepatan terendah, menit kedua kecepatan sedang, dan selanjutnya gunakan kecepatan tinggi.
5. Oleskan wadah dengan minyak tipis, bulatkan adonan, tutup wadah dengan kain, dan biarkan selama 1 jam.
6. Setelah 1 jam, kempiskan adonan. Potong-potong adonan dengan pisau. Timbang masing-masing adonan dengan berat 20-21 gram.
7. Bulatkan adonan, tutup dengan serbet, dan diamkan selama 30 menit.
8. Panaskan oven selama 20 menit dengan api atas bawah suhu 150°C. Oven roti selama 20 menit.
9. Balik roti dan biarkan hangat. Panggang dengan api suhu terendah sampai garing.
10. Ketika roti sudah garing, balik lagi roti dan oven dengan pintu oven terbuka selama 20 menit.
Referensi
[1] https://bobo.grid.id/read/08675677/roti-koing-camilan-tawar-khas-palembang
[2] https://www.rri.co.id/kuliner/616565/roti-koing-jajanan-keras-dan-tawar-pilihan-masyarakat
[3] https://www.liputan6.com/regional/read/5474177/roti-koing-khas-palembang-camilan-tawar-yang-mulai-pudar
