Melinjo: Perbedaan antara revisi
Eko.prastio (bicara | kontrib) kTidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Berkas:Melinjo yang di dokumentasikan oleh Irma Riswanti.jpg|jmpl|Melinjo yang di dokumentasikan oleh Irma Riswanti]] | |||
Melinjo (''Gnetum gnemon'') adalah pohon tropis yang sering kita temui di pekarangan atau tepi kebun, menjulang tenang dengan daun tebal berwarna hijau gelap. Banyak orang mengenalnya sebagai tanaman serbaguna karena hampir semua bagiannya bisa dimasak. Dari daun sampai biji, semuanya punya peran dalam dapur Nusantara, membuat melinjo menjadi tanaman yang terasa akrab dalam kehidupan sehari-hari. | Melinjo (''Gnetum gnemon'') adalah pohon tropis yang sering kita temui di pekarangan atau tepi kebun, menjulang tenang dengan daun tebal berwarna hijau gelap. Banyak orang mengenalnya sebagai tanaman serbaguna karena hampir semua bagiannya bisa dimasak. Dari daun sampai biji, semuanya punya peran dalam dapur Nusantara, membuat melinjo menjadi tanaman yang terasa akrab dalam kehidupan sehari-hari. | ||
Penamaan melinjo di berbagai daerah berbeda-beda, Misalnya di Makassar di sebut maninjo, bagu, poko samba; Jawa (belinjo, mlinjo, trangkil, eso malinjo); Aceh (mulieng); Belitung (manenjo atau maninjo); Sunda (tangkil, sake atau ki Tangkil).<ref>RISKA AMALIA, R. A. (2023). ''UJI EFEK DIURETIK INFUSA DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)'' (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Medan).</ref> | |||
== Morfologi == | == Morfologi == | ||
Melinjo pohon tropis yang mampu mencapai tinggi sekitar 15 meter memiliki batang tegak dengan percabangan rapi, membentuk siluet menyerupai kerucut memanjang. Daunnya tebal, bertekstur kenyal, dengan bentuk elips yang tersusun | Melinjo pohon tropis yang mampu mencapai tinggi sekitar 15 meter memiliki batang tegak dengan percabangan rapi, membentuk siluet menyerupai kerucut memanjang. Daunnya tebal, bertekstur kenyal, dengan bentuk elips yang tersusun berhadapan ciri khas pohon yang terbiasa menerima sinar matahari yang intens. Buah melinjo muncul dalam kelompok kecil di batang maupun cabang, berubah warna seiring pematangan dari hijau menjadi merah terang. Biji yang tersembunyi di balik kulit tipisnya berbentuk lonjong dan keras, bagian yang paling sering dimanfaatkan masyarakat. Bijinya berkulit keras dan lonjong, sementara bunganya kecil dan tidak mencolok. | ||
== Pemanfaatan == | == Pemanfaatan == | ||
Revisi terkini sejak 8 April 2026 15.08

Melinjo (Gnetum gnemon) adalah pohon tropis yang sering kita temui di pekarangan atau tepi kebun, menjulang tenang dengan daun tebal berwarna hijau gelap. Banyak orang mengenalnya sebagai tanaman serbaguna karena hampir semua bagiannya bisa dimasak. Dari daun sampai biji, semuanya punya peran dalam dapur Nusantara, membuat melinjo menjadi tanaman yang terasa akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Penamaan melinjo di berbagai daerah berbeda-beda, Misalnya di Makassar di sebut maninjo, bagu, poko samba; Jawa (belinjo, mlinjo, trangkil, eso malinjo); Aceh (mulieng); Belitung (manenjo atau maninjo); Sunda (tangkil, sake atau ki Tangkil).[1]
Morfologi
Melinjo pohon tropis yang mampu mencapai tinggi sekitar 15 meter memiliki batang tegak dengan percabangan rapi, membentuk siluet menyerupai kerucut memanjang. Daunnya tebal, bertekstur kenyal, dengan bentuk elips yang tersusun berhadapan ciri khas pohon yang terbiasa menerima sinar matahari yang intens. Buah melinjo muncul dalam kelompok kecil di batang maupun cabang, berubah warna seiring pematangan dari hijau menjadi merah terang. Biji yang tersembunyi di balik kulit tipisnya berbentuk lonjong dan keras, bagian yang paling sering dimanfaatkan masyarakat. Bijinya berkulit keras dan lonjong, sementara bunganya kecil dan tidak mencolok.
Pemanfaatan
Di Jawa Tengah, masyarakat memanfaatkan buah dan daunnya sebagai pelengkap masakan sayur asem, sedangkan di Sumatera Barat daun melinjo kerap diolah menjadi gulai. Di Papua, daun melinjo menjadi bahan penting dalam hidangan sayur bobor. Biji melinjo juga memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan baku emping, yang produksinya tersebar dari Sumatra hingga Sulawesi. Sementara itu, masyarakat Halmahera dan Sulawesi umumnya mengolah daun melinjo dengan cara ditumis untuk melengkapi menu harian[2].
Kandungan Gizi
Kandungan gizi daun melinjo segar tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 88%[3].
| Komponen Gizi | Jumlah |
|---|---|
| Air (Water) | 70.8 g |
| Energi (Energy) | 104 Kal |
| Protein (Protein) | 5.0 g |
| Lemak (Fat) | 1.3 g |
| Karbohidrat (CHO) | 21.3 g |
| Serat (Fibre) | 10.3 g |
| Abu (ASH) | 1.6 g |
| Kalsium (Ca) | 219 mg |
| Fosfor (P) | 82 mg |
| Besi (Fe) | 4.2 mg |
| Natrium (Na) | 12 mg |
| Kalium (K) | 604.8 mg |
| Tembaga (Cu) | 0.40 mg |
| Seng (Zn) | 0.6 mg |
| Beta-Karoten (Carotenes) | 823 mcg |
| Karoten Total (Re) | 10,000 mcg |
| Thiamin (Vit. B1) | 0.09 mg |
| Vitamin C (Vit. C) | 182 mg |
Kandungan gizi biji melinjo segar tiap 100 gram, dengan berat yang dapat dimakan 88%[3].
| Komponen Gizi | Jumlah per 100 g |
|---|---|
| Air (Water) | 80.0 g |
| Energi (Energy) | 66 Kal |
| Protein (Protein) | 5.0 g |
| Lemak (Fat) | 0.7 g |
| Karbohidrat (CHO) | 13.3 g |
| Abu (ASH) | 1.0 g |
| Kalsium (Ca) | 163 mg |
| Fosfor (P) | 75 mg |
| Besi (Fe) | 2.8 mg |
| Karoten Total (Re) | 1,000 mcg |
| Thiamin (Vit. B1) | 0.10 mg |
| Vitamin C (Vit. C) | 100 mg |
Referensi
- ↑ RISKA AMALIA, R. A. (2023). UJI EFEK DIURETIK INFUSA DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Medan).
- ↑ Indonesian Gastronomy Foundation. 2025. Pusaka Rasa Nusantara: Keanekaragaman Bahan Pangan Indonesia.
- ↑ 3,0 3,1 Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. https://panganku.org/id-ID/view
