Nasu Likku: Perbedaan antara revisi
(kategori) |
(deskripsi, sejarah, dan budaya) |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Berkas:Nasu Likku.jpg|jmpl|200x200px|Nasu Likku<ref>https://www.rri.co.id/daerah/767576/nasu-likku-makanan-khas-sulawesi-selatan-saat-lebaran</ref>.]] | [[Berkas:Nasu Likku.jpg|jmpl|200x200px|Nasu Likku<ref>https://www.rri.co.id/daerah/767576/nasu-likku-makanan-khas-sulawesi-selatan-saat-lebaran</ref>.]] | ||
N[[Nasu Likku|asu Likku]] adalah salah satu [[Pangan Lokal|Pangan lokal]] khas Suku Bugis di Sulawesi Selatan, makanan ini merupakan olahan daging ayam kampung yang kaya akan rempah dan santan. | N[[Nasu Likku|asu Likku]] adalah salah satu [[Pangan Lokal|Pangan lokal]] khas Suku Bugis di Sulawesi Selatan, makanan ini merupakan olahan daging ayam kampung yang kaya akan rempah dan santan. | ||
Nasu likku atau nasu lekku berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata, yaitu ''nasu'' berarti masak dan ''likku'' atau ''lekku'' berarti [[lengkuas]]. Penamaan tersebut adalah arti secara harfiah, karena pada umumnya nasu likku adalah olahan ayam yang dimasak dengan menggunakan lengkuas sebagai bahan utama.<ref name=":0">Memodapur. (2025). ''Setandan Cerita Pangan Sulawesi Selatan''. Makassar: Memodapur Food-Focused Study Collective Makassar, Indonesia.</ref> | |||
== Budaya == | == Budaya == | ||
Makanan ini terbilang spesial karena hanya ada pada momen tertentu, seperti saat lebaran. Nasu Likku biasanya disajikan lengkap dengan ketupat, tumbuk (makanan sejenis lemper) dan [[burasa]] atau buras. | Makanan ini terbilang spesial karena hanya ada pada momen tertentu, seperti saat lebaran. Nasu Likku biasanya disajikan lengkap dengan ketupat, tumbuk (makanan sejenis lemper) dan [[burasa]] atau buras. Hidangan ini sudah menjadi makanan wajib kala lebaran tiba dan biasanya juga dihidangkan pada acara-acara tertentu seperti acara selamatan suku Bugis<ref>https://www.rri.co.id/daerah/767576/nasu-likku-makanan-khas-sulawesi-selatan-saat-lebaran</ref>. | ||
Dalam tradisi-tradisi seperti ''mappenreq tojang, sunnaq-katteq, mappacci'', dan sebagainya, ayam dihidangkan dalam bentuk nasu likku<ref>Andi Rahmat Munawar. (2022). ''To Ugi''. Sengkang: Sempugi Press.</ref>. Bahkan, dalam tradisi ''mappenreq tojang'' atau akikah, ayam kampung dimasak dengan keadaan utuh, tidak dipotong-potong seperti nasu likku pada umumnya<ref name=":0" />. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Hidangan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Bugis sejak zaman dahulu. Nama "Nasu Likku" sendiri berasal dari bahasa Bugis, nasu | Hidangan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Bugis sejak zaman dahulu. Nama "Nasu Likku" sendiri berasal dari bahasa Bugis, 'nasu' berarti Masak dan likku berarti lengkuas. Penggunaan lengkuas sebagai bahan utama dalam hidangan ini menjadi ciri khas yang membedakannya dengan masakan ayam lainnya<ref>https://sulsel.pikiran-rakyat.com/kuliner/pr-2728880044/cita-rasa-khas-bugis-rahasia-di-balik-kelezatan-ayam-nasu-likku</ref>. | ||
Orang Bugis juga menyebut nasu likku dengan nama nasu toriolo. Kebiasaan mabaca-baca orang Bugis yang diturunkan dan dilakukan sejak dulu membuat cara memasak ayamnya juga berdasar pada kebiasaan orang dulu sebagaimana nasu likku dinamakan nasu manu toriolo.<ref name=":0" /> | |||
== Cara Membuat == | == Cara Membuat == | ||
| Baris 13: | Baris 19: | ||
# 1 kg ayam kampung, potong | # 1 kg ayam kampung, potong | ||
# 200 gr lengkuas, parut | # 200 gr lengkuas, parut | ||
# 25 gr kelapa parut sangrai, blender | # 25 gr [[kelapa]] parut sangrai, blender | ||
# 800 ml santan kental | # 800 ml santan kental | ||
# 3 lembar daun jeruk | # 3 lembar daun jeruk | ||
| Baris 23: | Baris 29: | ||
# 12 butir bawang merah | # 12 butir bawang merah | ||
# 6 siung bawang putih | # 6 siung bawang putih | ||
# 6 butir kemiri | # 6 butir [[kemiri]] | ||
# 2 cm jahe | # 2 cm [[jahe]] | ||
# 1 batang serai, putihnya iris halus | # 1 batang serai, putihnya iris halus | ||
# 2 cm kunyit, bakar | # 2 cm [[kunyit]], bakar | ||
# 1 sdt ketumbar | # 1 sdt ketumbar | ||
# secukupnya garam | # secukupnya garam | ||
Revisi terkini sejak 29 Januari 2026 12.30

Nasu Likku adalah salah satu Pangan lokal khas Suku Bugis di Sulawesi Selatan, makanan ini merupakan olahan daging ayam kampung yang kaya akan rempah dan santan.
Nasu likku atau nasu lekku berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata, yaitu nasu berarti masak dan likku atau lekku berarti lengkuas. Penamaan tersebut adalah arti secara harfiah, karena pada umumnya nasu likku adalah olahan ayam yang dimasak dengan menggunakan lengkuas sebagai bahan utama.[2]
Budaya
Makanan ini terbilang spesial karena hanya ada pada momen tertentu, seperti saat lebaran. Nasu Likku biasanya disajikan lengkap dengan ketupat, tumbuk (makanan sejenis lemper) dan burasa atau buras. Hidangan ini sudah menjadi makanan wajib kala lebaran tiba dan biasanya juga dihidangkan pada acara-acara tertentu seperti acara selamatan suku Bugis[3].
Dalam tradisi-tradisi seperti mappenreq tojang, sunnaq-katteq, mappacci, dan sebagainya, ayam dihidangkan dalam bentuk nasu likku[4]. Bahkan, dalam tradisi mappenreq tojang atau akikah, ayam kampung dimasak dengan keadaan utuh, tidak dipotong-potong seperti nasu likku pada umumnya[2].
Sejarah
Hidangan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Bugis sejak zaman dahulu. Nama "Nasu Likku" sendiri berasal dari bahasa Bugis, 'nasu' berarti Masak dan likku berarti lengkuas. Penggunaan lengkuas sebagai bahan utama dalam hidangan ini menjadi ciri khas yang membedakannya dengan masakan ayam lainnya[5].
Orang Bugis juga menyebut nasu likku dengan nama nasu toriolo. Kebiasaan mabaca-baca orang Bugis yang diturunkan dan dilakukan sejak dulu membuat cara memasak ayamnya juga berdasar pada kebiasaan orang dulu sebagaimana nasu likku dinamakan nasu manu toriolo.[2]
Cara Membuat
Bahan
- 1 kg ayam kampung, potong
- 200 gr lengkuas, parut
- 25 gr kelapa parut sangrai, blender
- 800 ml santan kental
- 3 lembar daun jeruk
- 2 batang serai geprek
- 1/2 sdt asam + 1sdm air (ambil airnya)
Bumbu halus :
- 12 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 6 butir kemiri
- 2 cm jahe
- 1 batang serai, putihnya iris halus
- 2 cm kunyit, bakar
- 1 sdt ketumbar
- secukupnya garam
- secukupnya Kaldu ayam/jamur
Cara Pembuatan:
- Tumis bumbu halus bersama lengkuas parut dan sereh geprek dengan minyak secukupnya hingga harum.
- Tambahkan santan dan kelapa sangrai, lalu didihkan.
- Masukkan potongan ayam, daun jeruk, serai, dan air asam, aduk rata.
- Masak hingga ayam empuk dan matang. Tambahkan gula, garam, dan kaldu bubuk sesuai selera. Masak hingga santan menyusut, lalu cek rasa.
- Sesuaikan kekentalan kuah sesuai selera, apakah ingin agak berkuah atau kering.
- Nasu Likku yang khas ini sangat cocok disajikan dengan nasi hangat atau ketupat, menawarkan kelezatan yang pasti memanjakan lidah[6].
Referensi
- ↑ https://www.rri.co.id/daerah/767576/nasu-likku-makanan-khas-sulawesi-selatan-saat-lebaran
- ↑ 2,0 2,1 2,2 Memodapur. (2025). Setandan Cerita Pangan Sulawesi Selatan. Makassar: Memodapur Food-Focused Study Collective Makassar, Indonesia.
- ↑ https://www.rri.co.id/daerah/767576/nasu-likku-makanan-khas-sulawesi-selatan-saat-lebaran
- ↑ Andi Rahmat Munawar. (2022). To Ugi. Sengkang: Sempugi Press.
- ↑ https://sulsel.pikiran-rakyat.com/kuliner/pr-2728880044/cita-rasa-khas-bugis-rahasia-di-balik-kelezatan-ayam-nasu-likku
- ↑ https://www.rri.co.id/sulawesi-barat/kuliner/923046/mengenal-nasu-likku-kuliner-khas-bugis-yang-lesat?page=2
