Tare'jo
Sejarah

Tare'jo atau lebih dikenal dengan sebutan Taraju/Tarajjong adalah kudapan tradisional masyarakat Bugis-Makassar yang telah ada sejak ratusan tahun lalu, berkembang seiring dengan keberlimpahan hasil pertanian seperti ubi kayu dan ubi jalar di wilayah Sulawesi Selatan. Nama “tare'jo” umum digunakan di wilayah Bulukumba dan sekitarnya, sedangkan “taraju” lebih populer di Makassar, Gowa, dan daerah pesisir lainnya. Dahulu, makanan ini sering dibuat dalam jumlah besar saat musim panen atau acara adat seperti syukuran, pertemuan keluarga, dan penyambutan tamu sebagai bukti keramahan dan rasa syukur. Resepnya diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi, menjadi bagian dari identitas kuliner yang memanfaatkan bahan pangan lokal secara maksimal. Hingga kini, tare'jo tetap menjadi jajanan favorit yang mudah ditemukan di pasar tradisional, toko kue, maupun acara budaya, serta menjadi pilihan oleh-oleh yang banyak diburu wisatawan.
Terkenal karena apa?
Tare'jo terkenal karena perpaduan teksturnya yang kontras namun harmonis: bagian luarnya renyah dan garing, sedangkan bagian dalamnya lembut, legit, dan lumer di mulut. Rasanya didominasi manis alami dari gula merah yang berpadu sempurna dengan cita rasa khas ubi, menciptakan sensasi rasa yang sederhana namun tak terlupakan. Bentuknya yang bulat pipih dengan warna kecokelatan menarik menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Selain itu, makanan ini dikenal sebagai teman paling pas untuk menikmati kopi atau teh di pagi maupun sore hari, serta digemari oleh semua kalangan usia karena rasanya yang tidak terlalu kuat dan harganya yang terjangkau.
Cara mengolah
Nutrisi
Dalam setiap 100 gram tare'jo mengandung sekitar 320 kkal, terdiri dari karbohidrat 58 gram sebagai sumber energi utama, lemak 9 gram dari proses penggorengan, serta protein 3 gram. Makanan ini juga mengandung serat alami dari ubi yang baik untuk pencernaan, serta mineral seperti kalium, fosfor, dan zat besi. Kandungan vitamin B kompleksnya juga membantu menjaga metabolisme tubuh. Karena energinya yang cukup tinggi, tare'jo cocok dikonsumsi sebagai camilan penambah tenaga, asalkan dalam porsi yang wajar.
